Anggota DPRD Lebak Regen Abdul Aris Ungkap Kisah Hidup Penuh Keterbatasan dalam Tulisan “Lahir Tanpa Pegangan”

25 Februari 2026 16:53 25 Feb 2026 16:53

Thumbnail Anggota DPRD Lebak Regen Abdul Aris Ungkap Kisah Hidup Penuh Keterbatasan dalam Tulisan “Lahir Tanpa Pegangan”

Anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Lebak, Banten, Regen Abdul Aris. (Foto: dokumen Regen Abdul Aris)

KETIK, LEBAK – Anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Lebak, Banten, Regen Abdul Aris, membagikan kisah perjalanan hidupnya melalui sebuah tulisan reflektif yang diunggah di media sosial pada Rabu, 25 Februari 2026.

Tulisan berjudul “Lahir Tanpa Pegangan” itu mengisahkan masa kecilnya yang penuh keterbatasan dan perjuangan sejak lahir.

Dalam tulisannya, Regen menuturkan bahwa ia lahir di Subang pada 16 Agustus 1987, di tengah keluarga sederhana yang harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia menggambarkan kondisi ekonomi keluarganya saat itu jauh dari kata cukup.

“Kalau ingin makan enak, biasanya menunggu tetangga hajatan dulu,” tulisnya, mengenang masa kecil yang akrab dengan kesederhanaan.

Daging ayam, menurutnya, hanya bisa dinikmati saat musim panen, itu pun jika hasilnya mencukupi.

Selebihnya, menu sehari-hari lebih sering diisi sayur kangkung yang dipetik dari sawah dan direbus sederhana, kadang hanya dengan garam tanpa lauk pendamping.

Namun, ujian hidup tidak berhenti pada kemiskinan. Beberapa bulan setelah ia lahir, sang ayah meninggal dunia. Ia tumbuh tanpa pernah mengenal sosok ayahnya.

“Saya yatim bahkan sebelum tahu arti kehilangan,” tulis Regen dalam bagian lain refleksinya.

Kepergian ayahnya membuat sang ibu harus memikul tanggung jawab seorang diri. Dengan keterbatasan pendidikan karena tidak bisa membaca dan menulis, ibunya bekerja sebagai tukang pijat keliling demi menyambung hidup keluarga.

Regen mengenang bagaimana ibunya kerap meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, berkeliling dari kampung ke kampung.

Tulisan tersebut bukan sekadar nostalgia masa lalu, melainkan refleksi tentang keteguhan, perjuangan, dan nilai kehidupan yang membentuk dirinya hingga berada di posisi saat ini sebagai wakil rakyat di Kabupaten Lebak.

Banyak pihak menilai kisah tersebut sebagai potret perjuangan hidup yang inspiratif dan sarat pesan moral tentang kerja keras serta ketabahan menghadapi keadaan.

Melalui tulisan “Lahir Tanpa Pegangan”, Regen seakan ingin menegaskan bahwa latar belakang keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus melangkah dan berkontribusi bagi masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Regen Abdul Aris anggota DPRD kabupaten Lebak banten Lahir Tanpa Pegangan tulisan ketik.com