KETIK, TULUNGAGUNG – Niat tulus berbagi di bulan suci justru berbuah fitnah. Kegiatan pembagian takjil dan buka puasa bersama yang diinisiasi oleh DPC GRIB Jaya Kabupaten Tulungagung di Balai Desa Jarakan, Senin 16 Maret 2026, mendadak menjadi sasaran empuk serangan siber dan narasi negatif oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Muncul dugaan kuat bahwa aksi sosial ini sengaja dipelintir untuk menyudutkan Kepala Desa Jarakan. Oknum di balik layar ditengarai memanfaatkan momentum tersebut sebagai pelampiasan dendam pribadi yang dibalut dengan provokasi publik.
Fakta di Lapangan: Kondusif dan Dihadiri Tokoh Daerah
Padahal, suasana di lokasi berbanding terbalik dengan isu yang beredar. Acara berlangsung khidmat dan tertib, bahkan dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting seperti H. Ahmad Baharudin, S.M, M.M (Wakil Bupati Tulungagung sekaligus Dewan Pembina GRIB Jaya), Jajaran Forkopimcam Gondang., Tokoh masyarakat dan warga setempat yang menyambut antusias.
Provokasi Digital di Grup Facebook
Informasi yang dihimpun menunjukkan adanya upaya penggiringan opini yang masif di media sosial. Beberapa akun di grup Facebook Wong Tulungagung (WT) dan Karang Taruna Jarakan (KTJ) diduga kuat menjadi motor penggerak provokasi.
Narasi yang dibangun cenderung membenturkan ormas GRIB Jaya dengan organisasi silat serta masyarakat luas. Upaya ini dinilai sebagai langkah sistematis untuk merusak citra organisasi dan kondusivitas desa.
"Kami datang dengan niat tulus untuk berbagi dan memperkuat sinergi. Sangat disayangkan jika ada pihak yang mencoba mempolitisasi kegiatan sosial ini hanya karena kepentingan atau dendam pribadi dengan pihak tertentu," tegas Hariyanto, S.Pdi, M.Sos, Ketua DPC GRIB Jaya Tulungagung.
Langkah Tegas: GRIB Jaya Tempuh Jalur Hukum
Menanggapi kerugian imateriil dan serangan digital yang berpotensi memecah belah warga, GRIB Jaya Tulungagung tidak tinggal diam. Melalui koordinasi dengan LBH GRIB Jaya, pihaknya bersiap menyeret para pelaku ke ranah hukum.
“Sebagai pihak yang dirugikan, kami akan menempuh jalur hukum sesuai peraturan yang berlaku. Ini harus menjadi pelajaran bagi siapa pun agar tidak sembarangan menyebar fitnah dan hoaks,” tambah Hariyanto.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Ahmad Baharudin mengingatkan bahwa ormas seharusnya menjadi instrumen pemerintah untuk menciptakan rasa aman. Segala bentuk provokasi dinilai sangat kontraproduktif dengan semangat persatuan di Tulungagung.
Hingga saat ini, GRIB Jaya Tulungagung tetap berkomitmen menjalankan agenda sosialnya dan mengimbau masyarakat agar lebih kritis dalam menyaring informasi dari sumber yang tidak jelas.(*)
