Kenang Kedekatan dengan Petani saat Jadi Tentara, Presiden Prabowo Fokus Perkuat Swasembada Pangan

17 Mei 2026 12:22 17 Mei 2026 12:22

Ahmad Istihar, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kenang Kedekatan dengan Petani saat Jadi Tentara, Presiden Prabowo Fokus Perkuat Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto memeluk anak perempuan saat akan kembali dari kunjungan kerja di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu 17 Mei 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)

KETIK, TUBAN – Presiden Prabowo Subianto kembali mengenang masa-masa menjadi tentara, terutama saat ia masih menjadi taruna.

Dalam berbagai latihan di desa-desa, ia mengaku sangat dekat dengan masyarakat sipil, khususnya para petani yang hidup sederhana namun tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap prajurit TNI.

Prabowo menceritakan, masyarakat desa kala itu selalu memberikan makanan dan minuman kepada para tentara yang sedang bertugas atau menjalani latihan. Meski kondisi ekonomi warga terbatas, mereka tetap berbagi dengan penuh keikhlasan.

“Mereka punya pisang dikasih. Mereka punya ubi dikasih. Mereka punya tiwul dikasih,” ujar Prabowo dalam sambutan panen raya jagung milik Polri di Desa Tuwiriwetan, Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu 16 Mei 2026.

Menurutnya, kenangan tersebut sangat membekas hingga sekarang. Salah satu makanan yang paling diingat adalah tiwul, makanan tradisional berbahan dasar singkong yang berasal dari Banyumas dan dikenal luas di Pulau Jawa.

Pengalaman hidup bersama rakyat desa itulah yang membuat Prabowo semakin memahami pentingnya peran petani dan nelayan dalam kehidupan bangsa.

Ia menyebut petani dan nelayan merupakan produsen pangan utama dalam menjaga kebutuhan makan seluruh rakyat Indonesia.

“Jadi saya sadar pentingnya petani dan nelayan sebagai produsen makan untuk seluruh warga Indonesia,” kata Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan salah satu kunci utama menjaga ketahanan dan keberlangsungan sebuah negara. Menurutnya, sebuah negara tidak akan kuat apabila masih bergantung pangan dari luar negeri.

Ia menilai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Program itu, kata dia, berada di bawah koordinasi Kementerian Pertanian dan Bulog dengan dukungan penuh TNI dan Polri.

Namun demikian, Prabowo menekankan keberhasilan swasembada pangan tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan pemerintah daerah hingga kelompok tani di lapangan.

“Dari para gubernur, bupati, camat, kepala desa, para Gapoktan dan dari perum-perum BUMN serta dukungan TNI-Polri ikut terjun lapangan,” tandasnya.

Presiden Prabowo optimistis apabila seluruh elemen bergerak bersama, Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan sekaligus mengurangi ketergantungan bahan pangan dari luar negeri.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo memberikan pesan khusus kepada aparat keamanan negara dalam hal ini TN Polri utamanya soal leadership untuk terus menjadi mengabdi kepada masyarakat.

"Kalau bagus kita akui bagus. Kalau baik kita akui baik, dan dalam organisasi kalau baik berarti pemimpinnya baik, iya kan" ujarnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

swasembada pangan Panen Jagung Tuban Pemkab Tuban politik& pemerintahan