KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mengangkut hingga 10 dump truck sampah dari Sungai Kalianak dalam kegiatan kerja bakti normalisasi tahap pertama pada Minggu 14 Agustus 2025.
Pembersihan dilakukan di STA 0+000 sisi timur Sungai Kalianak dengan melibatkan Satpol PP Kota Surabaya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat, Satpol PP Kota Surabaya, Dwi Hargianto, mengatakan pembersihan dilakukan menyeluruh, termasuk mengangkut kayu dan bambu yang menghambat aliran air.
“Hari ini kami lakukan pembersihan, kami sisir mulai dari jembatan, kami lakukan pembersihan dari sampah-sampah yang sudah menumpuk. Selain sampah, banyak kami temukan juga kayu-kayu yang sudah tidak terpakai, itu juga kami angkut,” kata Dwi.
Dwi menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan sinergi lintas OPD. “Tentunya kami tidak sendiri, kerja bakti ini bentuk sinergitas dari rekan-rekan OPD terkait, ada dari DSDABM, DLH untuk perbantuan personel dan dump truck. Serta ada dari Dishub mengatur lalu lintas, untuk meminimalisir kemacetan, serta ada dari perangkat wilayah setempat yang turut membantu,” jelasnya.
Selain mengurangi risiko banjir, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap kebersihan sungai.
“Melalui kerja bakti ini, kami ingin menunjukkan bahwa ketertiban dan kenyamanan kota, juga ditentukan dari lingkungan yang bersih dan berfungsi dengan baik. Sehingga perlu adanya kesadaran sesama dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pemeliharaan Prasarana Drainase DSDABM Kota Surabaya, Achmad Idi Pratikno, menyebut volume sampah yang diangkut sangat besar.
“Untuk sampahnya berhasil kami kumpulkan, kami angkut menggunakan dump truck, sebanyak sepuluh dump truck. Setelah kita angkut untuk selanjutnya kami buang di tempat pembuangan,” kata Idi.
Idi menambahkan, normalisasi ini adalah program jangka panjang Pemkot Surabaya untuk mengurangi risiko banjir.
“Normalisasi ruang sungai ini adalah program jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir. Sehingga dengan adanya peran serta masyarakat, diharapkan dapat mendukung dampak positif adanya program normalisasi ruang sungai ini,” pungkasnya. (*)
Pemkot Surabaya Angkut 10 Truk Sampah dari Sungai Kalianak
15 September 2025 18:10 15 Sep 2025 18:10
Shinta Miranda, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Pembersihan Sungai Kalianak Surabaya. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)
Tags:
Pemkot Surabaya Sungai Kalianak truk sampah kalianak Satpol PP Surabaya surabayaBaca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah HatiBaca Juga:
Rusunami Gen Z Segera Dibangun, Pemkot Surabaya Siapkan Lahan di Rungkut dan Tambak WediBaca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026Baca Juga:
Jadi 'Tamparan' Bagi Anak Muda, Surabaya Muda Media Stikosa-AWS Ajak Anak Panti Menembus BatasBaca Juga:
Kota Surabaya dan Madiun Diprediksi Cerah Hari Ini, Cek Daerahmu SekarangBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
27 Oktober 2025 16:00
[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!
Trending
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari
Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar
Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?
Tekanan Fiskal Menguat, TPP Bondowoso Diminta Jadi Motor Inovasi Desa
