KETIK, MALANG – Perbedaan pandangan terkait rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen Kabupaten Malang terus mengemuka. Menyikapi hal itu, Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Malang optimistis polemik yang berkembang dapat menemukan titik temu demi kepentingan masyarakat.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Malang Amarta Faza mengatakan, setiap aspirasi yang disampaikan perlu dihormati dan dijadikan bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.
"Perbedaan pandangan dalam sebuah rencana pembangunan merupakan hal yang normal dan sehat dalam demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana semua pihak dapat mengedepankan komunikasi yang baik, keterbukaan informasi, serta semangat mencari solusi bersama demi kepentingan masyarakat Kabupaten Malang," ujarnya Sabtu, 30 Mei 2026
Lebih lanjut ia mengatakan, Fraksi NasDem optimistis berbagai pandangan yang berkembang terkait rencana pembangunan Alun-Alun Kabupaten Malang dapat menemukan titik temu yang konstruktif.
Selama proses pembahasan dilakukan secara objektif dan mengutamakan kepentingan publik, maka solusi terbaik diyakini dapat dicapai.
Ia menegaskan bahwa NasDem memandang aspek kemanfaatan bagi masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pembangunan.
Selain itu, rencana tersebut juga harus selaras dengan kebutuhan daerah serta tidak menimbulkan persoalan baru di masa mendatang.
"Yang paling penting adalah memastikan bahwa rencana pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sesuai dengan kebutuhan Kabupaten Malang, dan memiliki dampak positif dalam jangka panjang," kata Faza yang juga menjabat Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Malang ini.
Fraksi NasDem juga menilai masukan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, seperti Bappeda dan Dinas Cipta Karya, memiliki peran penting dalam melihat kesiapan perencanaan, tata kawasan, aksesibilitas, hingga pemanfaatan ruang publik bagi masyarakat.
Karena itu, NasDem berharap seluruh proses pembahasan wacana pembangunan Alun-Alun Kabupaten Malang dapat berjalan secara tenang, objektif, dan konstruktif.
Dengan semangat kebersamaan, Fraksi NasDem meyakini solusi yang adil, realistis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas dapat terwujud.
"Kami berharap semua pihak dapat melihat persoalan ini secara jernih dan proporsional. Dengan duduk bersama dan mengedepankan kepentingan masyarakat, saya yakin akan ditemukan keputusan terbaik bagi Kabupaten Malang," tuturnya. (*)
Polemik Proyek Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang, Fraksi NasDem Yakin Ada Titik Temu
30 Mei 2026 08:26 30 Mei 2026 08:26
Gumilang
Editor
Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Malang Amarta Faza. (Foto: dok Ketik.com)
Tags:
Alun-alun Kepanjen Kabupaten Malang Pemkab Malang Fraksi NasDemBaca Juga:
Gerindra Minta Proyek Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dikaji Ulang, Sekolah dan Jalan Rusak Lebih Mendesak!Baca Juga:
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial Berita Lainnya oleh Gumilang
30 Mei 2026 08:26
Polemik Proyek Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang, Fraksi NasDem Yakin Ada Titik Temu
29 Mei 2026 22:01
Gerindra Minta Proyek Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dikaji Ulang, Sekolah dan Jalan Rusak Lebih Mendesak!
29 Mei 2026 20:55
Hebat! Kabupaten Malang Raih WTP Ke-12 Berturut-turut, Bupati Sanusi Beber Rahasianya
29 Mei 2026 07:00
Aksi Nyata PDI Perjuangan Kabupaten Malang! kurban 9 Ekor Sapi, Daging Dibagikan ke Masyarakat Marhen
25 Mei 2026 13:50
BMW Ditinjau Sekda Budiar, ASN Pemkab Malang Antusias Bayar Pajak Lewat QRIS
25 Mei 2026 12:28
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
Trending
Kepala SD di Pemalang Tahan Tangis Usai Terima SK Penugasan, Praktisi Hukum: Jangan Jadikan ASN Korban Kebijakan
Ratusan Guru dan Kepsek Pemalang Terima SK Penugasan, Sejumlah Kepala SD Kecewa Dipindah Jauh dari Domisili
BGN Setop Operasional dan Penyaluran Dana 24 SPPG di Sampang, Ini Daftarnya
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
