Bupati Sleman Harda Kiswaya Resmikan Jembatan Jatra Winongo Senilai Rp 1,6 Miliar

Perkuat Akses dan Konektivitas Warga Sinduadi

17 April 2026 10:20 17 Apr 2026 10:20

Fajar Rianto, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bupati Sleman Harda Kiswaya Resmikan Jembatan Jatra Winongo Senilai Rp 1,6 Miliar

Bupati Sleman, Harda Kiswaya didampingi Lurah Sinduadi, Senen Hariyanto saat memotong pita sebagai tanda peresmian Jembatan Jatra Winongo di Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman, Kamis 16 April 2026. (Foto: Prokompim Sleman for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Bupati Sleman, Harda Kiswaya, meresmikan Jembatan Jatra Winongo yang menghubungkan Padukuhan Jetis dan Padukuhan Patran di Kalurahan Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kamis, 16 April 2026. Pembangunan jembatan ini dilakukan untuk menggantikan infrastruktur lama yang mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan pengguna jalan.

Harda Kiswaya menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menilai akses yang memadai dapat memperlancar mobilitas serta distribusi barang dan jasa di tingkat lokal.

"Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Tanpa kebersamaan dan semangat gotong royong, pembangunan seperti ini tidak akan dapat terwujud dengan baik," ujar Bupati Harda Kiswaya.

Ia menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu mempersingkat waktu tempuh warga sekaligus menekan biaya transportasi. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat juga lebih mudah menjangkau fasilitas pendidikan maupun pusat kegiatan ekonomi.

Lurah Sinduadi, Senen Hariyanto, mengungkapkan bahwa jembatan baru ini dibangun untuk menggantikan konstruksi sebelumnya yang sempat terbengkalai. Kondisi jembatan lama dinilai tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Menurut Senen, proyek pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran sekitar Rp1,6 miliar yang bersumber dari APB Kalurahan tahun anggaran 2025 dan 2026. Proses pembangunan dilaksanakan secara bertahap.

Pada tahap pertama tahun 2025, pengerjaan difokuskan pada penyusunan perencanaan teknis atau Detailed Engineering Design (DED), pembangunan pondasi tumpuan, serta pemasangan gelagar lantai. Selanjutnya pada 2026, pembangunan dilanjutkan hingga penyelesaian akses jembatan.

Senen menambahkan, jembatan saat ini sudah dapat digunakan oleh pejalan kaki, sepeda motor, dan kendaraan roda empat berukuran kecil. Namun, pemerintah kalurahan memberlakukan pembatasan dengan melarang kendaraan berat melintas untuk menjaga kekuatan struktur jembatan.

Keberadaan Jembatan Jatra Winongo diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Mlati dan sekitarnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bupati Sleman Harda Kiswaya Sinduadi Jembatan Jatra Winongo Infrastruktur Sleman