KETIK, YOGYAKARTA – Masih dalam suasana penuh berkah Hari Raya Iduladha, kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh komunitas Sejoli (Sedekah-Joging-Kuliner) Yogyakarta.
Berkolaborasi dengan media online nasional Ketik.com, komunitas ini menggelar aksi bakti sosial dengan membagikan sarapan gratis bagi para penunggu pasien di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta pada Minggu pagi, 31 Mei 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi spontan, melainkan agenda rutin yang konsisten dilaksanakan setiap dua minggu sekali sejak tahun 2025 lalu. Namun, ada yang spesial pada aksi kali ini karena bertepatan dengan momentum Iduladha, di mana menu yang disajikan menjadi lebih istimewa dari biasanya.
Meski separo lebih relawan Sejoli tidak bisa hadir di lokasi karena berhalangan (ada yang baru sakit atau bersamaan ada acara keluarga) namun kegiatan berlangsung di selasar Masjid Asy-Syifa' RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta lancar seperti yang telah direncanakan.
Menu Spesial dari Dapur Relawan
Sebanyak ratusan porsi sarapan hangat dibagikan kepada keluarga penunggu pasien yang kerap luput dari perhatian. Pada aksi kali ini, Sejoli menyajikan menu berupa nasi Soto Sapi nan segar, ditemani tempe goreng garing sebagai pelengkap, serta minuman teh panas manis untuk menghangatkan pagi.
Aksi ini pun mendapat apresiasi mendalam dari para penunggu pasien, salah satunya Dewi, warga asal Sukoharjo yang sedang menjaga kerabatnya.
"Alhamdulillah, sarapan soto hangat ini benar-benar membantu kami yang sejak malam belum sempat keluar mencari makan. Rasanya enak sekali dan perhatian dari para relawan ini sangat menyentuh hati kami di saat sedang mendampingi keluarga yang sakit," ungkap Dewi penuh haru.
Semua hidangan lezat ini dipersiapkan dengan penuh ketulusan sejak malam hingga dini hari. Seluruh proses memasak berpusat di dapur salah satu relawan Sejoli, yaitu Maryati, yang berdomisili di kawasan Kembaran, Kasihan, Bantul.
Ari mengaku sangat bersyukur rumahnya bisa menjadi pusat pergerakan kebaikan ini.
"Sejak semalam hingga subuh dapur kami sudah mengepul untuk mengolah daging kurban menjadi soto sapi yang segar. Bagi kami, kesibukan di dapur ini adalah bentuk ibadah dan kebahagiaan tersendiri, karena kami tahu hidangan ini akan meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang lelah menjaga keluarganya di rumah sakit," ujar Maryati di sela-sela kegiatan.
Antrean tertib para penunggu pasien di RSUP Dr Sardjito dan penerima manfaat lainnya menjadi bukti nyata betapa berartinya aksi berbagi sarapan dari Komunitas Sejoli dan Ketik.com. Di tengah kelelahan mendampingi kerabat yang sakit, secangkir soto hangat menjadi penyemangat tersendiri.(Foto: Johan for Ketik.com)
Sinergi dan Gotong Royong Donatur
Keberhasilan aksi sosial ini tidak lepas dari konsep gotong royong yang menjadi napas utama komunitas Sejoli. Seluruh bahan baku yang digunakan merupakan hasil patungan dari anggota komunitas serta sumbangsih nyata dari para donatur yang peduli.
Istimewanya, bahan baku berupa daging sapi pada giat kali ini di antaranya disokong oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman. Sebelumnya,
Jumat, 29 Mei 2026, Kejari Sleman baru saja melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
Terpisah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sleman, Bambang Yunianto, SH MH, menyampaikan bahwa penyaluran daging kurban melalui komunitas sosial ini merupakan bagian dari komitmen institusinya untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
"Kami berharap ibadah kurban yang dilaksanakan jajaran Kejari Sleman tidak hanya menjadi bentuk ketaatan spiritual, tetapi juga membawa manfaat sosial yang nyata. Melalui sinergi dengan teman-teman relawan Sejoli dan Ketik.com, daging kurban ini bisa langsung dinikmati dalam bentuk siap santap oleh saudara-saudara kita yang sedang berjuang menemani kerabatnya yang sakit di RSUP Dr Sardjito," tutur Bambang Yunianto.
Kolaborasi erat antara Komunitas Sejoli, Ketik.com, relawan lokal, hingga lembaga negara seperti Kejari Sleman ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi Iduladha dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk sinergi yang langsung menyasar masyarakat yang membutuhkan. (*)
