KETIK, MALANG – Momentum libur Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah belum memberikan dampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel di Kota Malang. Meski terdapat libur panjang, okupansi hotel tercatat masih berada di angka normal, yakni 60%, dan belum mengalami lonjakan seperti yang biasanya terjadi pada musim liburan besar.
Kota Malang memang telah menjadi salah satu destinasi tujuan wisata saat musim liburan tiba. Setiap periode libur panjang, banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang untuk menikmati waktu bersama keluarga maupun teman.
Tak heran jika setiap momentum liburan, pemesanan hotel di Kota Malang selalu meningkat. Namun, berbeda dengan periode libur Hari Raya Iduladha yang justru tidak menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung secara signifikan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menyampaikan bahwa setiap periode libur Hari Raya Iduladha tingkat hunian hotel cenderung tidak mengalami peningkatan yang berarti.
"Kalau saat Iduladha rata-rata 60%. Pada Hari Raya Iduladha tahun kemarin juga sama, 60%, jadi memang tidak ada kenaikan signifikan pada periode libur Iduladha," tuturnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung memanfaatkan momentum Iduladha untuk berkumpul bersama keluarga atau mengikuti kegiatan sosial, seperti penyembelihan hewan kurban di daerah masing-masing. Karena itu, periode libur Iduladha tidak menunjukkan peningkatan jumlah pendatang yang signifikan ke Kota Malang.
Meski demikian, kenaikan okupansi terjadi pada akhir pekan long weekend lalu, tepatnya pada 30 hingga 31 Mei 2026. Agoes Basoeki mengungkapkan bahwa sejumlah hotel mengalami kenaikan okupansi pada hari Sabtu dan Minggu hingga mencapai 70%-80%.
Hal ini menunjukkan bahwa lonjakan okupansi lebih banyak terjadi pada akhir pekan dibandingkan saat momentum Hari Raya Iduladha. Banyak wisatawan yang memilih berlibur ke Kota Malang untuk menikmati berbagai destinasi wisata, kuliner, hingga suasana sejuk setelah periode Iduladha.
Agoes Basoeki juga mengatakan bahwa beberapa hotel bahkan mengalami kenaikan okupansi hingga mencapai 80%-90% pada akhir pekan. Karena itu, momentum libur panjang tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan tingkat hunian hotel.
"Kalau saat Iduladha rata-rata 60%. Saat weekend mulai hari Sabtu sampai dengan Minggu bisa mencapai 70%-80%. Memang di beberapa hotel ada yang mencapai 80%-90%," ungkapnya.
Dalam hal ini, industri perhotelan terus menghadirkan berbagai promo dan program menarik untuk meningkatkan minat wisatawan menginap selama periode liburan. Langkah tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kota Malang. (*)
