Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG Belum Banyak Diketahui Pengelola di Probolinggo

Jurnalis: Eko Hardianto
Editor: Al Ahmadi

13 Jan 2026 23:50

Thumbnail Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG Belum Banyak Diketahui Pengelola di Probolinggo
Aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi saat menyiapkan makanan Program Makan Bergizi Gratis di salah satu daerah. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Badan Gizi Nasional (BGN) kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan skema insentif fasilitas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp6 juta per hari.

Namun di sejumlah daerah, pengelola dapur mengaku tidak mengetahui.

BGN menyatakan insentif tersebut bukan merupakan biaya sewa dapur maupun peralatan, melainkan kompensasi operasional bagi mitra penyedia fasilitas yang memenuhi standar.

Dibayarkannya, per hari operasional dan tidak bergantung pada jumlah porsi makanan yang diproduksi.

Baca Juga:
SPPG Gaprang Blitar Mulai Beroperasi, Sasar 1.325 Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis

Diberitakan Ketik.com waktu lalu, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa pemberian insentif berbasis standar ini merupakan bagian dari pengawasan kualitas dapur MBG.

“Itu insentif fasilitas, diberikan kepada SPPG yang memenuhi standar operasional dan higienitas,” kata Dadan, dikutip Selasa, 13 Januari 2026.

Jika dalam evaluasi ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian standar, BGN berhak memangkas bahkan menghentikan insentif tersebut.

“Kalau tidak sesuai standar, tentu insentifnya bisa dipotong. Ini bagian dari mekanisme pengawasan,” tegasnya.

Baca Juga:
BGN Jadikan Menu SPPG Kedungwaru Sebagai Model Selama Dua Hari

Meski telah disampaikan secara gamblang oleh BGN, informasi tersebut ternyata tak sepenuhnya tersampaikan hingga tingkat pelaksana teknis.

Salah satu Pengurus Yayasan Pengelola MBG di Kota Probolinggo, Mohammad Faqih, mengaku hanya mengetahui adanya dana operasional berbasis porsi sebesar Rp15 ribu per ompreng per hari, tanpa mengetahui adanya insentif fasilitas terpisah.

“Yang kami tahu hanya dana Rp15 ribu per porsi. Untuk bahan baku, operasional dapur, dan operator. Soal insentif fasilitas Rp6 juta per hari, tidak semua pengurus yayasan mengetahui,” ujarnya.

Faqih menyebut, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesenjangan informasi antara mitra penyedia fasilitas dengan pengurus yayasan maupun relawan dapur.

Pasalnya, mereka terlibat langsung dalam operasional harian, mulai dari belanja bahan, memasak, hingga distribusi makanan.

Ketidakterbukaan informasi ini dinilai berisiko memicu kesalahpahaman internal pengelola MBG di daerah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran Rp15 ribu per porsi dirinci sebagai berikut:

  • Rp10 ribu dialokasikan untuk pembelian bahan baku makanan.
  • Rp3 ribu digunakan untuk biaya operasional dapur, meliputi tenaga kerja, listrik, air, serta perlengkapan.
  • Rp2 ribu diperuntukkan sebagai insentif operator SPPG per porsi per hari.(*)

Baca Sebelumnya

Ketua PHRI Malang: Kayutangan Heritage Picu Tamu Hotel Menginap Lebih Lama

Baca Selanjutnya

Abdulah Chaerul Azam Juarai Suzuki Vocational Contest Wakili SMK N 1 Adiwerna Tegal

Tags:

MBG dapur MBG BGN Probolinggo MBG Kota Probolinggo Badan Gizi Nasional Dapur SPPG insentif fasilitas Transparansi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

Berita lainnya oleh Eko Hardianto

Dualisme LMP Mereda, Gus Nur: Ini Langkah Konkret Rekonsiliasi

18 April 2026 20:34

Dualisme LMP Mereda, Gus Nur: Ini Langkah Konkret Rekonsiliasi

Regenerasi di Tubuh Repdem Probolinggo, Syaiful Islam Calon Kuat

18 April 2026 20:00

Regenerasi di Tubuh Repdem Probolinggo, Syaiful Islam Calon Kuat

Mitos Bisnis yang Menyesatkan

16 April 2026 15:57

Mitos Bisnis yang Menyesatkan

Ketika TEMPO Minta Maaf, Tapi Tidak Mengaku Salah

15 April 2026 18:33

Ketika TEMPO Minta Maaf, Tapi Tidak Mengaku Salah

Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

14 April 2026 13:23

Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

Nasib Tragis Angkot Probolinggo: Dulu Jadi Raja Jalanan, Kini Tinggal Kenangan

5 April 2026 16:37

Nasib Tragis Angkot Probolinggo: Dulu Jadi Raja Jalanan, Kini Tinggal Kenangan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend