Ratusan Mahasiswa PMII Pekalongan Demo, Soroti MBG hingga Infrastruktur Jalan

18 Juni 2026 00:11 18 Jun 2026 00:11

Slamet Sumari, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ratusan Mahasiswa PMII Pekalongan Demo, Soroti MBG hingga Infrastruktur Jalan

Jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan temui massa aksi dari PMII, Rabu, 17 Juni 2026 (Foto: Slam/ketik.com)

KETIK, PEKALONGAN – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pekalongan menggelar aksi penyampaian aspirasi di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Rabu, 17 Juni 2026.

‎Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai bermasalah, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga kondisi infrastruktur daerah.

‎Aksi diawali dengan long march dari Tugu 0 Kilometer Kajen menuju Alun-alun Kajen. Sepanjang perjalanan, massa membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan serta kritik terhadap berbagai kebijakan publik.

‎Ketua PMII Kabupaten Pekalongan, Ahmad Nur Khosim, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan. 

‎Menurutnya, setiap kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat harus dikaji secara matang dan dilaksanakan secara tepat sasaran.

‎"Kami ingin pemerintah lebih serius mendengar suara rakyat. Evaluasi kebijakan yang menimbulkan persoalan di tengah masyarakat," kata Ahmad Nur Khosim saat menyampaikan orasi.

‎Selain mengkritisi sejumlah program pemerintah, PMII juga menyoroti sektor pendidikan. Mahasiswa mendorong percepatan sertifikasi guru serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas pendidikan.

‎Ahmad menyebut sekitar 200 mahasiswa turut ambil bagian dalam aksi damai tersebut. Ia juga mengajak mahasiswa yang tidak dapat hadir untuk tetap mendukung perjuangan melalui penyebarluasan informasi terkait tuntutan yang disampaikan.

‎"Kawan-kawanku sekalian, kalaupun kalian tidak bisa turun aksi hari ini silakan sebarkan apa yang kita suarakan bersama, sebarkan apa yang kita tuntut bersama agar ini menjadi konsolidasi akbar, agar ini menjadi perjuangan rakyat," ujarnya.

Foto Ratusan mahasiswa melakukan long march dari tugu 0 Kilometer menuju Alun-alun Kajen sembari membentangkan spanduk (Foto: Slam/ketik.com)Ratusan mahasiswa melakukan long march dari tugu 0 Kilometer menuju Alun-alun Kajen sembari membentangkan spanduk (Foto: Slam/ketik.com)

‎Aksi mahasiswa mendapat respons langsung dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan DPRD Kabupaten Pekalongan. Mereka menemui massa aksi di lokasi.

‎Pelaksana tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan yang disampaikan secara konstruktif. Menurutnya, aspirasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah.

‎"Kami selalu terbuka dengan kritik. Hari ini kami menemui teman-teman PMII Kabupaten Pekalongan yang menggelar aksi dengan mengusung sejumlah kritik positif, tentu kami sangat berterima kasih," ujar Sukirman.

‎Terkait isu lokal yang disoroti mahasiswa, seperti kondisi jalan rusak dan aktivitas galian C, Sukirman memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah tindak lanjut. Salah satunya adalah penanganan jalan amblas di wilayah Pantianom, Kecamatan Bojong, yang telah masuk dalam anggaran tahun 2026.

‎"Pantianom sudah masuk anggaran tahun ini. Pantianom kan jalannya amblas lalu mengancam jembatan. Tahun 2026 ini kelar," ungkapnya.

‎Di akhir kegiatan, Sukirman dan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir menandatangani tuntutan mahasiswa di atas media MMT yang kemudian dibentangkan di Alun-alun Kajen sebagai bentuk komitmen menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.(*) 

Tombol Google News

Tags:

Pmii Kabupaten Pekalongan Aksi Mahasiswa Pekalongan Demo Pmii Kajen Makan bergizi gratis Koperasi Merah Putih Sukirman Pekalongan Abdul Munir Infrastruktur Jalan Pekalongan Berita Pekalongan Alun-alun Kajen