Tebu dan Ayam Petelur Jadi Sorotan Monev Dana Desa 2026 di Kecamatan Payaraman Ogan Ilir

31 Juli 2026 15:13 31 Jul 2026 15:13

Septi Nurhidayati, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tebu dan Ayam Petelur Jadi Sorotan Monev Dana Desa 2026 di Kecamatan Payaraman Ogan Ilir

Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Sumatera Selatan melakukan Monitoring kandang ayam petelur dan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis, Jumat 30 Juli 2026. (Foto : Septi/Ketik.com)

KETIK, PALEMBANG – Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Sumatera Selatan melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pemanfaatan Dana Desa 2026 di Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis, 30 Juli 2026.

Lokasi monev di Desa Rengas I dan Desa Rengas II, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis, 30 Juli 2026.

Kegiatan ini menyoroti dua model ketahanan pangan di dua desa berbeda, yakni budidaya tebu rakyat di Desa Rengas I dan budidaya ayam petelur di Desa Rengas II. Monev difokuskan pada program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes.

Di Rengas I ditinjau unit usaha BUMDes Kemang Manis berupa budidaya tebu rakyat periode tanam 2025/2026. Di Rengas II ditinjau kandang ayam petelur dan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kegiatan dipimpin Koordinator Provinsi TAPM Sumsel Drs. Yasmaun berdasarkan Surat Tugas Nomor 100/Korprov.16-ST/P3MDDT/VII/2026 tanggal 28 Juli 2026.

Turut hadir KORKAB Ogan Ilir Bulkin Fatoni, TAPM Kabupaten Arisna Yanti, Kasi PMD Kecamatan Payaraman Sri Suarni, serta para Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa. Dari pemerintah desa hadir Sekdes Rengas I Emiliah mewakili Kades Bakaruddin, dan Kades Rengas II Arbianto.

Monev bertujuan memastikan pemanfaatan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 berjalan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui program ketahanan pangan.

Di Rengas I, BUMDes Kemang Manis membudidayakan tebu rakyat. Hasilnya dibagi ke warga berupa gula 5 kg per KK dan sebagian menjadi pendapatan asli desa.

Di Rengas II, desa mengelola kandang ayam petelur yang hasilnya untuk memenuhi kebutuhan telur warga dan menambah PADes. Kades Arbianto juga memaparkan progres APBDes 2026 saat penyambutan tim.

Koordinator Provinsi TAPM Sumsel Drs. Yasmaun mengapresiasi capaian kedua desa.  

"Keberhasilan desa yang mendorong BUMDes-nya seperti ini layak menjadi contoh untuk desa-desa yang memiliki lahan desa," ujar Yasmaun.

Sekdes Rengas I Emiliah juga menyampaikan harapan agar budidaya tersebut dapat bermanfaat untuk desa maupun kepala keluarga. 

"Program budidaya tebu rakyat ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga, mulai dari pembagian gula untuk setiap kepala keluarga hingga kontribusinya terhadap pendapatan desa,Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan BUMDes ke depannya," kata Emiliah.

Dari kunjungan ini terlihat bahwa ketahanan pangan desa tidak harus seragam. Rengas I mengandalkan tebu, Rengas II mengandalkan ayam petelur. Namun keduanya membuktikan Dana Desa bisa bekerja dan langsung dirasakan hasilnya oleh warga.(*)

Tombol Google News

Tags:

Dana Desa Ogan Ilir Sumatera Selatan Desa Rengas I Desa Rengas Ii budidaya tebu Ayam Petelur Tamp Sumsel Monitoring Evaluasi pemberdayaan masyarakat Koperasi Merah Putih Kemang Manis Pembangunan desa desa mandiri