Ketua IPNU Pacitan Ingatkan SPPG Tak Kurangi Kualitas MBG Demi Cari Untung Lebih

Editor: Al Ahmadi

26 Jan 2026 15:53

Thumbnail Ketua IPNU Pacitan Ingatkan SPPG Tak Kurangi Kualitas MBG Demi Cari Untung Lebih
Ketua PC IPNU Pacitan, Imam Sodiqin saat menyampaikan pandangannya terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu, 26 Januari 2026. (Foto: Dok. IPNU Pacitan)

KETIK, PACITAN – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada peserta didik berpotensi dipermainkan oleh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG).

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pacitan, Imam Sodiqin, mengingatkan SPPG setempat agar tidak mengurangi porsi maupun kualitas hidangan demi keuntungan lebih.

Menurutnya, anggaran sebesar Rp10 ribu per porsi yang disiapkan pemerintah sejatinya telah melalui perhitungan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi anak-anak sekolah setiap hari. 

Karena itu, ia meminta pelaksana di lapangan tidak bermain-main dengan bahan baku makanan.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

“Anggaran itu sudah dihitung agar anak-anak mendapatkan asupan bergizi. Jangan sampai ada yang mengurangi bahan atau bahkan melakukan markup pembelanjaan,” kata Imam, Rabu, 26 Januari 2026.

Selain soal porsi, Imam juga meminta SPPG serius memantau kualitas makanan yang disalurkan ke sekolah-sekolah. 

Ia mengingatkan agar tidak sampai terjadi kasus makanan basi, keracunan, atau persoalan lain yang justru merugikan peserta didik.

“Bukan hanya soal jumlah, kualitas juga harus diawasi. Jangan sampai ada makanan basi, keracunan, atau hal-hal yang membahayakan kesehatan siswa,” ucapnya.

Baca Juga:
Mobil Operasional MBG SPPG Sendang 2 di Tuban Tabrak Pasutri, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Menurutnya, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendukung kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar pelajar. 

Jika porsi atau mutu makanan dikurangi, tujuan utama program tersebut dikhawatirkan tidak tercapai.

“MBG ini bertujuan meningkatkan gizi, kesehatan dan konsentrasi belajar. Jangan sampai porsi maupun kualitas makanan dikorbankan,” ujarnya.

Imam juga menyinggung potensi penyimpangan yang bisa muncul apabila pengawasan lemah. 

Ia berpandangan, pengawalan program MBG tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi perlu melibatkan berbagai pihak.

“Pengawasan harus dilakukan bersama-sama. Organisasi pelajar, sekolah, dan masyarakat bisa ikut mengawasi agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” ajaknya.

PC IPNU Pacitan menyatakan kesiapan untuk ikut mengawal pelaksanaan MBG di lapangan. 

Ia berharap SPPG menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab, serta membuka ruang evaluasi rutin agar program tersebut berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Kami siap ikut mengawal. Jangan sampai ada pengurangan porsi yang merugikan pelajar,” pungkas Imam.(*)

Baca Sebelumnya

Silpa Puluhan Miliar di Pasaman Barat Jadi Sorotan, Ini Penjelasan BPKAD

Baca Selanjutnya

Aksi 364 Warga SMAN 1 Gondangwetan, Ubah Lahan Sampah Jadi Produktif Lewat Program SIKAP

Tags:

IPNU Pacitan MBG Program Gizi Pelajar SPPG Pengawasan Program pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H