KETIK, MALANG – Indonesia memiliki sejumlah hotel yang menjadi saksi bisu perkembangan zaman dari masa ke masa. Bangunan-bangunan ini berdiri kokoh melewati lintasan sejarah Nusantara lintas generasi.
Hotel legendaris tersebut kini menjadi incaran wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin merasakan nuansa tempo dulu.
Meski telah beberapa kali direnovasi, hotel-hotel tertua di Indonesia ini tetap mempertahankan gaya arsitektur aslinya. Hal tersebut menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk menginap sekaligus menikmati pengalaman staycation berkonsep nostalgia.
Berikut lima hotel tertua di Indonesia yang cocok menjadi pilihan staycation bernuansa sejarah:
1. Hotel Salak The Heritage
Hotel Salak The Heritage, hotel tertua di Indonesia dengan nuansa heritage di Bogor. (Foto: Instagram @hotelsalak)
Hotel Salak The Heritage dibangun pada awal 1900-an dengan nama awal Bellevue-Dibbets Hotel. Terletak di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 8, Pabaton, Kota Bogor, bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 8.227 meter persegi.
Penginapan ini didirikan oleh seorang warga Belanda yang masih memiliki kekerabatan dengan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Pada masa awal berdirinya, Hotel Salak kerap digunakan oleh kalangan elite, pengusaha, serta pejabat pemerintah kolonial. Bangunan bersejarah ini telah melewati era kolonialisme Belanda, pendudukan Jepang, masa Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi, dan tetap eksis hingga kini.
Meski berusia lebih dari satu abad, Hotel Salak The Heritage masih berdiri megah dengan fasilitas lengkap, mulai dari kolam renang, ruang pertemuan, kafe, restoran, pusat kebugaran, hingga layanan spa.
2. Hotel Savoy Homann
Berdasarkan sejumlah arsip, Hotel Savoy Homann didirikan sebelum tahun 1888 oleh A. Homann, seorang imigran asal Jerman yang tiba di Jawa Barat sekitar tahun 1870. Tanggal pasti pembangunan awal hotel ini belum tercatat secara pasti.
Pada Februari 1937, hotel ini mengalami pemugaran besar-besaran yang selesai pada akhir 1939. Sepanjang perjalanannya, pengelolaan hotel sempat beberapa kali berganti kepemilikan hingga akhirnya resmi dikelola oleh Yayasan Bidakara sejak Januari 2000.
Hotel Savoy Homann berlokasi di Jalan Asia Afrika Nomor 112, Cikawao, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Penginapan ini mencatatkan sejarah penting sebagai tempat menginap para delegasi mancanegara saat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.
3. Hotel Royal Ambarrukmo
Hotel Royal Ambarrukmo merupakan salah satu penginapan tertua sekaligus hotel mewah berstandar internasional pertama di Yogyakarta. Sejarah berdirinya hotel ini terikat erat dengan perjalanan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Cikal bakalnya bermula dari Pesanggrahan Ambarrukmo yang dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono IV. Pada rentang tahun 1895–1897, kompleks ini direnovasi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Awalnya, bangunan tersebut berfungsi sebagai tempat menjamu tamu penting dan menjadi kediaman Sultan Hamengku Buwono VII setelah turun tahta.
Dalam sejarah modern, Hotel Royal Ambarrukmo sempat menjadi sorotan publik saat terpilih sebagai lokasi pernikahan putra mantan Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, bersama Erina Gudono.
4. Hotel Sriwijaya
Hotel Sriwijaya berlokasi di Jalan Veteran Nomor 1, Gambir, Jakarta Pusat. Jejak awalnya bermula pada 1810 di era kolonial Belanda, meski belum tercatat resmi sebagai penginapan pada saat itu. Sejak 1863, bangunan ini difungsikan sebagai restoran, perusahaan konveksi, serta toko CAW Cavadino yang menjual cokelat, roti, dan wine kualitas terbaik.
Pada 1872, usaha tersebut berkembang menjadi Hotel Cavadino dan menjadi langganan masyarakat Eropa di Batavia. Setelah beberapa kali berganti nama, kompleks ini resmi dinamai Hotel Sriwijaya pada dekade 1950-an dan sempat dikelola sebagai hotel bintang dua milik TNI Angkatan Udara.
Kini, Hotel Sriwijaya menjadi salah satu hotel cagar budaya yang diminati wisatawan. Fasilitas yang disediakan meliputi restoran, ruang pertemuan, kafe, dan berbagai sarana penunjang lainnya.
5. Grand Inna Medan
Kota Medan, Sumatera Utara, juga memiliki hotel bersejarah bernama Grand Inna Medan (kini dikenal sebagai Hotel Grand Inna Dharma Deli). Penginapan yang berlokasi di Jalan Balai Kota Nomor 2, Kesawan, Kota Medan ini merupakan hotel pertama yang berdiri di kawasan tersebut.
Hotel ini didirikan pada 1898 oleh pengusaha asal Belanda, Aeint Herman de Boer, dan awalnya populer dengan nama Hotel De Boer. Pada era kolonial, Hotel De Boer menjadi tempat persinggahan para tamu kehormatan pemerintah Belanda, termasuk Raja Leopold II dari Belgia.
Hingga saat ini, arsitektur bergaya kolonial Belanda pada bangunan Grand Inna Medan tetap dipertahankan meski telah melalui beberapa kali tahap renovasi.
Kelima hotel tertua tersebut tak hanya menawarkan tempat menginap, tetapi juga menyimpan rekam jejak perjalanan sejarah Indonesia yang bernilai tinggi. (*)
