FK UM Gandeng PPKMI Gelar MICROMEDHS 2026, Wujudkan Inovasi Kesehatan Global

13 September 2026 18:01 13 Sep 2026 18:01

Nurul Aliyah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail FK UM Gandeng PPKMI Gelar MICROMEDHS 2026,  Wujudkan Inovasi Kesehatan Global

FK UM bersama Pusat Pengembangan Kompetensi Medistra Indonesia (PPKMI) menyelenggarakan The 3rd Malang International Conference on Medical and Health Sciences (MICROMEDHS 2026) secara daring. (Foto: Humas UM)

KETIK, MALANG – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Kompetensi Medistra Indonesia (PPKMI) menggelar The 3rd Malang International Conference on Medical and Health Sciences (MICROMEDHS 2026) untuk mendorong inovasi di bidang kesehatan. 

Kegiatan ini digelar secara virtual melalui Zoom dan diikuti oleh lebih dari 500 peneliti, pendidik, dan praktisi lintas negara dengan visi “Memberdayakan kolaborasi dan inovasi global untuk mencapai kesehatan yang berkelanjutan”.

Kegiatan ini komitmen institusional dan wawasan kelas dunia, hingga pimpinan universitas sangat menekankan nilai strategis forum ini. 

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan kegiatan ini akan menumbuhkan inovasi yang dapat mengembangkan sistem kesehatan berkelanjutan.

“Melalui inovasi, keunggulan ilmiah, dan penelitian kolaboratif, kita dapat mengembangkan sistem perawatan kesehatan yang tangguh, adil, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan FK UM, Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes., menyoroti pentingnya pendekatan interdisipliner khususnya kedokteran preventif dan kesehatan olahraga guna membangun sistem kesehatan berbasis bukti yang berdaya tahan. 

Untuk menjembatani riset dan praktik klinis, konferensi ini menghadirkan lima cendekiawan terkemuka dunia. Di antaranya, Dr. Jerico F. Pardosi (QUT, Australia) membahas integrasi teknologi perawatan, Prof. Miaofen Yen (NCKU, Taiwan) menyoroti modifikasi gaya hidup untuk perawatan ginjal, Dr. dr. Rias Gesang Kinanti (UM, Indonesia) memaparkan disfungsi endotel dan inovasi global, Priv. Doz. 

Selanjutnya, Dr. Hans-Peter Fuehrer (Vetmeduni Vienna, Austria) mengeksplorasi biologi parasit dan vektor, dan Prof. Brett Smith (Durham University, UK) mengulas peran krusial promosi aktivitas fisik.

Kegiatan ini juga mendorong pencapaian SDGs dan kolaborasi berkelanjutan dengan diseminasi riset pada sesi paralel yang akan diterbitkan di prosiding internasional bergengsi. Selain itu, memberikan fasilitas peningkatan kompetensi profesional melalui perolehan kredit SKP yang terintegrasi dengan platform Satu Sehat.

Ketua Pelaksana 3rd MICROMEDHS, Dr. Dewi Ratna Sulistina, S.ST., S.Keb., Bdn., M.Keb., menegaskan bahwa konferensi ini secara langsung mendukung upaya SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan membangun aliansi strategis lintas batas. Hal ini selaras dengan dorongan Rektor UM yang menyoroti komitmen institusi terhadap SDG 3 (Kehidupan Sehat) serta SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur).

“Semoga forum intelektual ini menginspirasi terobosan transformatif, memperkaya pembelajaran kita, dan membantu kita membangun kemitraan penelitian internasional yang kuat dan berkelanjutan,” tutur Dewi.

Momentum ini secara resmi menjadikan FK UM sebagai gerbang kolaborasi global untuk masa depan kesehatan dunia. Selain itu, kegiatan konferensi internasional ini juga memberikan ruang inovasi pada penelitian kesehatan bagi para dosen hingga mahasiswa di tingkat global.(*)

Tombol Google News

Tags:

Fakultas Kedokteran Fk Um Micromedhs 2026 Prof Hariyono Moch. Yunus Dewi Ratna Sulistina Konferensi Internasional Kesehatan Universitas Negeri Malang