KETIK, SURABAYA – Lagu-lagu yang pernah populer pada masanya kini kembali ramai didengarkan. Berkat media sosial, terutama TikTok dan Instagram Reels, sejumlah lagu lawas kembali muncul di tengah generasi baru dan digunakan sebagai musik latar berbagai konten.
Fenomena ini membuat lagu yang telah dirilis puluhan tahun lalu kembali memiliki pendengar baru. Tak sedikit pengguna media sosial dari kalangan Generasi Z yang mengenal sebuah lagu melalui konten viral, meski belum tentu mengetahui siapa penyanyi maupun kapan lagu tersebut pertama kali dirilis.
Salah satu fenomena tersebut terlihat dari lagu-lagu lawas milik duo T2. Lagu seperti “OK” dan “Lelaki Cadangan” kembali ramai digunakan dalam konten media sosial. Menariknya, sejumlah pendengar dari Generasi Z bahkan hafal liriknya meski tidak mengetahui penyanyi di balik lagu tersebut.
Lagu dangdut lawas juga mengalami hal serupa. “Jangan Tunggu Lama-Lama” milik Cici Paramida, yang pertama kali dirilis pada 1995, kembali viral setelah banyak digunakan dalam berbagai konten TikTok. Versi remix, dance challenge, hingga konten nostalgia membuat lagu tersebut kembali dikenal oleh pendengar muda.
Cici Paramida pun mengaku terkejut melihat lagunya kembali populer setelah bertahun-tahun. “Nah, nggak tahu kenapa di akhir tahun 2025, masuk tahun 2026, kok lagu itu sekarang muncul lagi,” kata Cici Paramida saat ditemui di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).
Media sosial kini memang menjadi salah satu ruang baru bagi masyarakat untuk menemukan musik. Laporan Music Impact Report dari TikTok dan Luminate mencatat bahwa TikTok berperan penting dalam penemuan musik, dengan 84 persen lagu yang masuk Billboard Global 200 sepanjang 2024 disebut lebih dulu viral di TikTok.
Bagi generasi yang pernah tumbuh bersama lagu tersebut, musik lawas membawa kembali kenangan masa lalu. Namun bagi pendengar muda, lagu yang sama justru bisa menjadi sesuatu yang baru. Lagu-lagu lama pun kembali menemukan tempatnya di tengah perubahan tren musik yang terus bergerak.
Fenomena ini membuktikan bahwa sebuah lagu tidak selalu berhenti populer setelah masanya berlalu. Ketika kembali ditemukan melalui media sosial, lagu lawas bisa mendapatkan kehidupan kedua dan kembali menguasai linimasa, playlist, hingga telinga generasi baru. (*)
