PHRI Kota Malang Dorong Kolaborasi Antarhotel untuk Perkuat Industri Perhotelan

21 Juli 2026 19:30 21 Jul 2026 19:30

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail PHRI Kota Malang Dorong Kolaborasi Antarhotel untuk Perkuat Industri Perhotelan

Agoes Basoeki, Ketua PHRI Kota Malang menekankan kolaborasi antarhotel untuk memajukan industri perhotelan Kota Malang, Senin, 20 Juli 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kolaborasi antarhotel di Kota Malang menjadi pembahasan yang ditekankan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang dalam pertemuan rutin yang digelar pada Senin, 20 Juli 2026, di Riche Heritage Hotel Kayutangan, Malang.

Pertemuan rutin PHRI Kota Malang selalu diadakan setiap bulan dengan tujuan mengetahui perkembangan sektor pariwisata di Kota Malang. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para pelaku perhotelan untuk saling bertukar pemikiran, membahas permasalahan, serta mencari solusi bersama. Sebagai asosiasi, PHRI Kota Malang terus merangkul seluruh anggotanya, mulai dari hotel bintang lima hingga hotel melati.

Dalam pertemuan kali ini, Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menyampaikan bahwa di tengah perkembangan industri saat ini, seluruh regulasi perhotelan harus dipenuhi, mulai dari sertifikasi halal, regulasi air, hingga Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA).

Nantinya, hotel-hotel yang belum memiliki perizinan lengkap akan difasilitasi oleh PHRI Kota Malang. Selain itu, perubahan regulasi juga menjadi salah satu hal yang ditekankan, seperti perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

"Perkembangan kayak saat ini, regulasi tentang halal yang ada batas sampai Oktober. Kemudian regulasi tentang air bawah tanah yang kita harus segera punya izin SIPA-nya. Yang sudah punya ya tidak apa-apa, yang belum punya kita urus. Kita bantu, kita bantu fasilitasi, tetapi yang mengurus memang ada lembaga. Paling tidak sosialisasinya kita lakukan," jelas Agoes Basoeki.

Dalam upaya merangkul seluruh anggota PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki mengungkapkan bahwa antarhotel selalu didorong untuk berkolaborasi dan saling membantu, khususnya hotel-hotel kecil agar dapat berkembang setara dengan hotel berbintang. Selain itu, melalui asosiasi ini, hotel-hotel di Kota Malang juga dapat mengikuti berbagai regulasi karena setiap pertemuan selalu diisi dengan informasi dari pemerintah.

Menurutnya, di era saat ini industri perhotelan tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, sesama pelaku usaha pariwisata, hingga media. Agoes Basoeki menilai media memiliki peran besar dalam mempromosikan hotel-hotel di Kota Malang.

"Bagaimana bermitra tidak hanya sesama usaha, tetapi juga secara kolaboratif. Di zaman sekarang tidak bisa sendiri-sendiri. Kalau dulu usaha bisa sendiri, tetapi sekarang harus berkolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, sesama pelaku usaha pariwisata, lalu dengan media," ujar Agoes Basoeki.

Melalui pertemuan rutin ini, hotel-hotel di Kota Malang diharapkan dapat menyusun strategi bertahan di tengah kebijakan efisiensi yang terjadi di Indonesia. Sosialisasi yang diadakan PHRI Kota Malang juga menjadi wadah bagi pelaku industri perhotelan untuk memberikan masukan demi keberlanjutan regulasi di sektor tersebut.

Selain itu, kerja sama antarhotel menjadi salah satu poin yang terus didorong untuk mengangkat hotel-hotel kecil di Kota Malang. Agoes Basoeki mengatakan banyak hotel berbintang kecil yang juga memiliki fasilitas dan pelayanan yang baik.

Dengan saling berkolaborasi, hotel-hotel kecil diharapkan semakin berkembang, sementara hotel-hotel berbintang juga dapat saling berbagi solusi ketika menghadapi berbagai kendala dalam memberikan pelayanan kepada tamu.

"Sehingga teman-teman di dalam usahanya tidak ada kendala. Contohnya ada masalah-masalah komplain dan sebagainya, nah itu juga kita sampaikan. Kita juga mengangkat teman-teman hotel yang kecil supaya jadi setara," jelas Agoes Basoeki.

Tombol Google News

Tags:

PHRI Kota Malang agoes basoeki Hotel Malang Kota Malang Info Malang Berita Malang