KETIK, JEMBER – Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menilai faktor usia muda menjadi salah satu penyebab anggota dewan tidak fokus saat mengikuti rapat resmi hingga videonya viral di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri As Sidiqi, diduga bermain game Clash of Clans sambil merokok saat rapat bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB).
Menurut Halim, anggota dewan tersebut masih berusia sekitar 25 tahun dan tergolong kader baru di Partai Gerindra.
“Karena beliau adalah orang baru masuk Gerindra dan baru terpilih, belum pernah mengikuti di pelatihan kader di Hambalang, otomatis ya mungkin ketidaktahuan atau kekhilafan yang dilakukan itu menjadi pelajaran buat kita bersama,” kata Halim, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama terkait pembinaan kader muda dalam dunia politik dan pemerintahan.
Halim mengatakan pelatihan kader dan pemahaman etika politik menjadi hal penting agar anggota legislatif mampu menjaga sikap saat menjalankan tugas di ruang publik.
Selain menjadi bahan evaluasi kaderisasi politik, kasus tersebut juga mendapat sorotan karena dianggap mencederai etika pejabat publik dalam forum resmi pemerintahan.
Halim menegaskan anggota DPRD sebagai figur publik harus mampu menjaga profesionalisme ketika mengikuti rapat resmi.
“Ya tentu etika kan yang paling tinggi dari norma menurut saya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas viralnya video tersebut dan memastikan DPRD Jember akan melakukan evaluasi internal.
Di sisi lain, DPRD Jember memastikan kasus itu tetap diproses melalui Badan Kehormatan (BK). Selain itu, Fraksi Gerindra juga akan memanggil anggota dewan yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi serta menjalani pembinaan internal partai.
“Kami akan proses sesuai dengan aturan secara kelembagaan melalui Badan Kehormatan,” kata Halim. (*)
