KETIK, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Kawasan Agrowisata Cikapek, Kecamatan Leuwidamar, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, dan dihadiri jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ), perangkat daerah, serta para pemangku kepentingan.
Rakor digelar sebagai langkah evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MTQ sekaligus merumuskan strategi peningkatan kualitas pembinaan kafilah Kabupaten Lebak agar mampu meraih prestasi yang lebih baik pada ajang MTQ di tingkat provinsi maupun nasional.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ dan memperkuat sistem pembinaan peserta secara berkelanjutan.
"Evaluasi ini bukan untuk mencari kekurangan, melainkan menjadi momentum bersama dalam memperbaiki dan menyempurnakan pelaksanaan MTQ. Hasil evaluasi harus dijadikan pijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, memperkuat pembinaan kafilah, serta mempererat sinergi antara pemerintah daerah dengan LPTQ," ujar Amir Hamzah.
Ia menambahkan, pembinaan terhadap para peserta tidak boleh hanya dilakukan menjelang perlombaan, tetapi harus menjadi program yang terencana dan berkesinambungan.
"Kita ingin melahirkan generasi Qur'ani yang unggul, berprestasi, dan memiliki akhlak mulia. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara konsisten, mulai dari proses penjaringan, pelatihan, hingga pendampingan. Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan, saya optimistis prestasi Kabupaten Lebak akan terus meningkat," katanya.
Amir juga mengajak seluruh perangkat daerah, pengurus LPTQ, serta pihak terkait untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem pembinaan yang lebih efektif.
"Prestasi tidak bisa diraih oleh satu pihak saja. Diperlukan komitmen, kerja sama, dan tanggung jawab bersama agar Kabupaten Lebak mampu bersaing di tingkat Provinsi Banten bahkan nasional," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Kabupaten Lebak, Alkadri, menyampaikan bahwa hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam menyusun langkah strategis guna meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi kafilah Kabupaten Lebak.
"Rapat koordinasi ini menjadi forum yang sangat penting untuk menyamakan persepsi dan mengevaluasi seluruh rangkaian pelaksanaan MTQ. Seluruh masukan yang disampaikan akan kami tindak lanjuti sebagai bahan penyusunan program pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan," ujar Alkadri.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kafilah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peserta, tetapi juga oleh kuatnya sinergi antara LPTQ, pemerintah daerah, pelatih, pembina, serta seluruh pihak yang terlibat.
"Kami berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga Kabupaten Lebak mampu mencetak qari dan qariah terbaik yang siap bersaing serta mengharumkan nama daerah di berbagai ajang MTQ," tuturnya.
Melalui rakor dan evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap seluruh hasil pembahasan dapat segera ditindaklanjuti menjadi program nyata untuk memperkuat sistem pembinaan, meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ, serta mendorong peningkatan prestasi Kafilah Kabupaten Lebak pada pelaksanaan MTQ di masa mendatang.(*)
