Ramah Disabilitas, UB Siapkan Fasilitas Lengkap untuk 12 Peserta Difabel di SNBT 2026 Kota Malang

24 April 2026 15:39 24 Apr 2026 15:39

Nurul Aliyah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ramah Disabilitas, UB Siapkan Fasilitas Lengkap untuk 12 Peserta Difabel di SNBT 2026 Kota Malang

Universitas Brawijaya menyediakan fasilitas khusus bagi peserta difabel pada ujian SNBT 2026. (Foto: Humas UB)

KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya telah menyiapkan seluruh fasilitas khusus bagi peserta difabel dalam ujian SNBT 2026. Tercatat, sebanyak 12 pelajar difabel mengikuti ujian SNBT di Kota Malang.

Salah satu peserta tunanetra, Ahmad Saikun Najib, membagikan pengalamannya mengikuti ujian SNBT berbasis komputer di Universitas Brawijaya.

Dalam kesempatan ini, ia mengerjakan seluruh soal ujian dengan mandiri dan dibantu teknologi kekinian, screen reader yang telah disediakan oleh UB.

Alat tersebut dilengkapi fitur pembaca soal, di mana setiap teks otomatis dikonversi menjadi suara, sehingga Ahmad merasa terbantu dan mampu menyelesaikan seluruh soal hingga nomor terakhir.

"Untuk alat pendukung, kami menggunakan perangkat pembaca layar, sehingga sangat membantu untuk mengerjakan secara mandiri," tuturnya selepas ujian.

Selain itu, Ahmad juga mengungkapkan jika ia sudah mempersiapkan diri untuk ujian UTBK dengan belajar mandiri melalui YouTube, walau masih menemukan beberapa hambatan. 

Meski memiliki kekurangan, namun ia sangat semangat dan senang untuk mengikuti ujian SNBT. Ia juga bertanya-tanya kepada temannya yang dulunya pernah mengikuti tes UTBK. 

"Kadang di YouTube hanya dijelaskan jawabannya C, tapi kami tidak tahu bentuk atau konteks visual soalnya seperti apa. Sehingga itu cukup membingungkan," ucapnya.

Dalam hal ini, Kepala Bidang Humas Universitas Brawijaya, Tri Wahyu Basuki, S.E. menyampaikan bahwa UB tak hanya menyiapkan semua fasilitas peserta ujian SNBT regular, namun juga menyediakan semua pelayanan khusus bagi peserta difabel dengan menggunakan kemajuan teknologi.

Ia juga menyebutkan terdapat 12 peserta disabilitas yang mengikuti ujian SNBT, terdiri dari lima peserta tuli, dua tunadaksa, dua tunanetra, dan dua low vision.

Sebagai lokasi terpilih untuk tempat ujian, tentunya UB juga telah menyediakan fasilitas sesuai dengan kebutuhan peserta difabel. Salah satunya, teknologi screen reader tersebut yang dikhususkan bagi peserta tunanetra.

"Dua tahun ini itu kita lengkapi dengan teknologi sesuai dengan kebutuhan mereka. Jadi kalau yang tunarungu seperti apa. Jadi mereka punya kesempatan. Walaupun kita juga ada jalur yang khusus disabilitas ada yang memang pinginnya itu ikut reguler, nah itu yang kita persiapkan," tutur Tri Wahyu.

Di balik kelancaran pelayanan terhadap beragam kebutuhan, UB juga menyediakan juru bahasa isyarat dan juru ketik untuk membantu peserta disabilitas tuli agar bisa memahami alur dan informasi dalam pelaksanaan ujian.

Selain itu, lokasi pemilihan ujian bagi disabilitas dikhususkan pada lantai satu untuk memudahkan akses peserta dengan berbagai jenis disabilitas.

Selain itu, Perwakilan SLDPI UB, Mahalli, S.Sos., M.Sos, menyampaikan seluruh staf dan pengawas ujian SNBT juga telah dibekali pelatihan kesadaran disabilitas. Sehingga, UB memang berupaya untuk memberikan fasilitas dan kenyamanan bagi semua peserta ujian, tak hanya peserta regular tapi juga perhatian khusus bagi pelajar disabilitas.

Mahalli juga menyoroti adanya celah pada sistem nasional yang perlu dievaluasi. Menurutnya, peserta low vision belum mendapatkan akomodasi yang setara yang mengakibatkan peserta low vision tidak mendapatkan waktu atau penyesuaian bobot soal yang memadai.

"Panitia pusat sering kali beranggapan bahwa hambatan low vision cukup diatasi dengan fitur perbesaran layar. Padahal, teknis ini justru menghambat waktu membaca karena satu kalimat, atau bahkan satu kata, bisa memenuhi satu layar penuh,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa kategori disabilitas mental seperti autism dan ADHD, serta penyandang disabilitas lainnya tak tampak dalam formulir pendaftaran nasional. Sehingga, membuat hambatan bagi kampus dalam menyediakan fasilitas yang tepat.(*)

Tombol Google News

Tags:

#UniversitasBrawijaya #UjianSnbt #PesertaDisabilitas #PesertaDifabel #KampusMalang #KotaMalang