KETIK, JAKARTA – Hotel Buahan, a Banyan Tree Escape, Bali, yang berhasil masuk sebagai hotel terbaik dunia pada 2026, ternyata didirikan oleh pengusaha asal Singapura, Ho Kwon Ping, mantan jurnalis ekonomi di Far Eastern Economic Review, pada 1977.
Berawal pada 1977, Ho Kwon Ping memulai karier sebagai jurnalis di Singapura. Dalam menjalankan tugasnya, ia dikenal sebagai sosok yang kritis dan kerap menulis artikel yang mengkritisi kebijakan politik pemerintah.
Namun, pemerintah Singapura merasa resah dan memutuskan untuk menahannya. Pada 1977, ia resmi ditahan selama dua bulan atas tuduhan prokomunis.
Dilansir dari BBC Internasional, pria berusia 73 tahun tersebut tidak menyesali perbuatannya. Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud idealisme masa muda, meski berakhir dengan masuk penjara yang diwarnai ketakutan, kesedihan, dan kesepian.
“Banyak orang muda yang idealis, yang masuk penjara atau dikeluarkan dari kampus, kemudian menjadi orang sukses. Mereka hanya menemukan jalan berbeda dalam mengekspresikan diri,” ungkap Ho Kwon Ping, dilansir dari BBC Internasional.
Ho Kwon Ping, pemilik industri perhotelan Banyan Group dengan 80 hotel di berbagai negara yang dulunya seorang jurnalis ekonomi yang pernah masuk penjara. (Foto: Yahoo Finance)
Setelah keluar dari penjara, ia kembali menjadi jurnalis selama tiga tahun dan tinggal di Hong Kong bersama sang istri, Claire Chiang. Namun, kariernya sebagai jurnalis terhenti ketika ayahnya mengalami stroke pada 1980 dan ia harus kembali ke Singapura untuk mengelola bisnis keluarga.
Selama menjalankan bisnis tersebut, ia merasa cocok untuk terus berwirausaha. Namun, bisnis ayahnya yang berbasis manufaktur dinilai kurang menjanjikan untuk jangka panjang. Karena itu, Ho Kwon Ping memutuskan untuk beralih bidang usaha.
Pada 1984, ia menemukan lahan seluas sekitar 550 hektare bekas tambang terbengkalai di Teluk Bang Tao, Phuket, Thailand. Meski berada di kawasan teluk, lahan tersebut tidak memiliki pantai.
Tanpa ragu, Ho Kwon Ping membeli lahan tersebut dengan harapan dapat mengembangkannya. Ia kemudian memperbaiki kawasan itu dan menjadikannya lokasi pengembangan sejumlah hotel dan resor.
Pada 1987, kawasan tersebut diberi nama Laguna Phuket. Meski awalnya kurang memiliki daya tarik, ia berupaya meningkatkannya dengan membangun pantai buatan, vila pribadi dengan kolam renang, hingga spa tropis pertama di dunia.
Seiring waktu, inovasi yang dilakukan berhasil menarik minat wisatawan. Bisnis hotelnya pun berkembang pesat dan kekayaannya meningkat.
Secara bertahap, ia melakukan ekspansi ke berbagai negara. Seluruh bisnis perhotelannya kemudian berada di bawah naungan konglomerasi bernama Banyan Group.
Siapa sangka, mantan jurnalis ekonomi yang pernah dipenjara tersebut kini mampu membangun kerajaan bisnis perhotelan. Saat ini, Banyan Group telah memiliki lebih dari 80 hotel dan resor, spa, galeri, serta akomodasi yang tersebar di lebih dari 20 negara. Salah satunya berada di Bali, Indonesia, yakni Hotel Buahan, a Banyan Tree Escape, yang masuk sebagai salah satu hotel terbaik dunia 2026. (*)
