Nahkodai PDP Kahyangan, Gogot Cahyo Baskoro Siapkan Reformasi Manajemen dan Diversifikasi Bisnis

14 Mei 2026 01:33 14 Mei 2026 01:33

Nur Fadli, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Nahkodai PDP Kahyangan, Gogot Cahyo Baskoro Siapkan Reformasi Manajemen dan Diversifikasi Bisnis

Dirut PDP Kahyangan Jember yang baru dilantik, Gogot Cahyo Baskoro saat diwawancarai awak media, Rabu, 13 Mei 2026. (Foto: Fadli/Ketik.com)

KETIK, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait resmi melantik jajaran direksi baru Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu malam, 13 Mei 2026.

Dalam pelantikan tersebut, Gogot Cahyo Baskoro dipercaya menjabat Direktur Utama PDP Kahyangan. Ia akan didampingi Dima Ahyar sebagai Direktur Umum dan Keuangan. Sementara Andrias Warsito dilantik memimpin Perumdam Tirta Pandalungan.

Empat nama tersebut sebelumnya telah melewati sejumlah tahap seleksi secara terbuka. 

Usai dilantik, Gogot menegaskan komitmennya untuk membenahi sistem manajemen perusahaan yang selama ini dinilai belum berjalan secara transparan dan optimal.

Ia mengaku jabatan tersebut bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar dengan berbagai tantangan yang harus segera diselesaikan.

“Ini bukan hanya mengemban jabatan, tapi dominan mengemban amanah yang saya pikir cukup berat, banyak tantangan yang perlu kita selesaikan,” ujar alumnus Universitas Jember (Unej) ini. 

Menurutnya, PDP Kahyangan saat ini masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari rendahnya produktivitas tanaman, optimalisasi aset yang belum maksimal, hingga persoalan ketenagakerjaan yang belum mencapai full employment.

Untuk memperkuat pendapatan perusahaan, Gogot menyiapkan strategi diversifikasi usaha dengan menciptakan produk premium agar PDP Kahyangan tidak hanya bergantung pada penjualan komoditas mentah.

Ia mencontohkan pengembangan produk olahan kopi bernilai tinggi sebagai salah satu peluang bisnis yang akan dikembangkan ke depan.

“Nanti ke depan perlu adanya produk baru yang sifatnya menjadi produk premium. Misalnya produk olahan kopi, tidak hanya dijual green bean atau bubuk biasa, tapi bisa ditingkatkan jadi specialty,” jelasnya.

Selain fokus pada sektor perkebunan seperti kopi dan karet, Gogot juga berencana memperluas pengembangan usaha ke bidang pariwisata.

Beberapa destinasi yang akan dikembangkan antara lain Wisata Boma di Gunung Pasang, Kampung Belgia di Sumber Wadung, hingga pembukaan akses menuju Air Terjun Tancak melalui koordinasi bersama Perhutani.

Terkait kebutuhan permodalan, Gogot menyebut PDP Kahyangan tidak akan bergantung pada satu sumber pembiayaan saja. Ia membuka peluang kerja sama investasi dengan pihak ketiga maupun akses pinjaman perbankan selama dinilai layak secara bisnis.

Menurutnya, penyertaan modal dari pemerintah daerah sebaiknya diprioritaskan untuk kebutuhan jangka panjang yang bersifat fundamental, seperti peremajaan tanaman karet dan kopi.

“Kalau penyertaan modal, ini memang lebih baik dimanfaatkan untuk kepentingan jangka panjang. Misalnya peremajaan karet atau kopi yang baru dirasakan manfaatnya di atas lima tahun. Kalau untuk pengembangan jangka pendek, kenapa tidak mengakses pinjaman perbankan?” tambahnya.

Di sisi sosial, Gogot juga berkomitmen menjadikan PDP Kahyangan sebagai penggerak ekonomi masyarakat di sekitar wilayah perkebunan.

Ia berencana memanfaatkan lahan terbengkalai agar dapat digunakan masyarakat untuk menanam pakan ternak dan kegiatan produktif lainnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara langsung dapat membantu menekan potensi pencurian maupun kebocoran hasil perkebunan.

“Kami akan berupaya untuk mewujudkan perusahaan PDP Kahyangan ini menjadi good clean corporate. Perusahaan yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness yang tinggi,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bupati Jember Gus Fawait Gogot Cahyo Baskoro BUMD Dirut Pdp Kahyangan Wisata Jember Perusahaan Daerah Perkebunan (pdp) Kahyangan