KETIK, BANYUWANGI – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan pekerja tambang PT Bumi Suksesindo untuk memperkuat semangat kolaborasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Tujuh Bukit Auditorium, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jumat, 1 Mei 2026.
Ketua Serikat Pekerja PT BSI, Lukman Kadafi, menegaskan bahwa kolaborasi harus menjadi nilai utama dalam hubungan industrial di perusahaan.
“Mari kita buktikan bahwa di PT BSI, kolaborasi bukanlah sekadar slogan, melainkan napas kita dalam bekerja. Maju industrinya, sejahtera pekerjanya,” tegas Lukman, Sabtu (2/5/2026).
Peringatan May Day di kawasan tambang emas Gunung Tumpang Pitu tidak hanya diikuti karyawan. Sejumlah pihak turut hadir, antara lain Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Banyuwangi Wawan Yadmadi, unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Pesanggaran, serta jajaran manajemen perusahaan.
Dalam momentum tersebut, Lukman menyampaikan empat poin penting yang perlu diperkuat oleh para pekerja. Ia mengajak pekerja untuk semakin dewasa dalam berorganisasi, memperkuat solidaritas, membangun sinergi dengan manajemen, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap perusahaan.
“Antara pengusaha dan pekerja saling memiliki keterikatan dan mempunyai peran masing-masing. Maka dari itu, mari kita jadikan Hari Buruh tahun ini sebagai titik tolak untuk menjadi pribadi dan organisasi yang lebih professional,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari pihak manajemen. Senior Manager Mining Department PT BSI, Rudi Fitrianto, yang mewakili General Manager of Operations (GMO) Roelly Fransza, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan May Day yang berlangsung bersama antara pekerja dan manajemen.
“Ini merupakan sebuah pemandangan yang sangat indah dalam konteks hubungan industrial. Sesuatu yang layak untuk kita lestarikan di rumah kita PT Bumi Suksesindo,” ucapnya.
Rudi menilai, meskipun pekerja dan manajemen memiliki peran yang berbeda, keduanya tetap memiliki tujuan bersama yang bisa diperjuangkan.
“Dengan semangat tema May Day tahun ini, saya berharap kita bisa terus menjaga dan meningkatkan kolaborasi, bukan malah mempertajam friksi. Dengan kolaborasi, kita punya banyak opsi. Mari jadikan kolaborasi sebagai misi untuk satu visi: kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Banyuwangi, Wawan Yadmadi, menekankan bahwa seluruh pihak yang hadir pada dasarnya merupakan pekerja, meskipun memiliki posisi dan tanggung jawab yang berbeda.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan May Day di PT BSI yang dinilai tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial, salah satunya melalui pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum duafa.
“Terima kasih kepada manajemen dan rekan-rekan Serikat PT BSI telah melaksanakan peringatan May Day dengan suasana aman, kondusif, serta lingkungan yang rapi dan bersih,” tuturnya.
Menurut Wawan, tema May Day 2026, “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, sejalan dengan semangat pembangunan daerah Banyuwangi yang mengusung tagline “Tandang Bareng”.
Ia mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan hubungan industrial demi kepentingan bersama.
“Selamat Hari Buruh untuk kita semua semoga membawa keberkahan bagi lingkungan dan keluarga kita,” pungkasnya. (*)
