KETIK, BANYUWANGI – PT Merdeka Copper Gold Tbk mengingatkan masyarakat, terutama pencari kerja, agar mewaspadai maraknya penipuan berkedok rekrutmen yang mengatasnamakan perusahaan maupun anak usahanya.
Modus yang digunakan pelaku beragam, mulai dari lowongan kerja palsu, surat panggilan tes, hingga undangan wawancara yang dibuat menyerupai proses rekrutmen resmi.
Head of Corporate Communication PT Merdeka Copper Gold Tbk, Tom Malik, mengatakan pelaku memanfaatkan proses penerimaan karyawan untuk memperoleh keuntungan dengan mengincar data pribadi maupun keuangan korban.
"Pelaku biasanya berusaha mendapatkan informasi pribadi atau keuangan korban. Bahkan, tidak jarang mereka meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi, transportasi, akomodasi, pelatihan, atau keperluan lainnya," ujar Tom dalam keterangan resminya, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Tom, masyarakat perlu mengenali sejumlah ciri penipuan rekrutmen, seperti penggunaan logo, nama pejabat, alamat email, atau situs web palsu yang menyerupai identitas perusahaan. Pelaku juga kerap mengirim undangan wawancara kepada orang yang tidak pernah melamar pekerjaan, menjanjikan diterima tanpa proses seleksi, atau meminta korban segera memberikan konfirmasi.
"Dalam beberapa kasus, pelaku juga mendesak korban menyerahkan data pribadi maupun informasi keuangan, sebelum identitas pihak yang menghubungi tersebut dipastikan keasliannya," tambah Tom.
PT Merdeka Copper Gold mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi rekrutmen melalui saluran resmi perusahaan. Pelamar juga diminta tidak memberikan data pribadi maupun melakukan pembayaran kepada pihak yang belum dapat dipastikan keasliannya.
Seluruh informasi resmi mengenai lowongan kerja di lingkungan Grup Merdeka hanya tersedia melalui situs resmi PT Merdeka Copper Gold Tbk. (*)
.png)