KETIK, PALEMBANG – Harga beras premium dan bermerek di sejumlah pasar di Kota Palembang mengalami kenaikan. Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang lantaran hampir seluruh merek beras mengalami perubahan harga, sementara pasokan sejumlah kemasan mulai sulit diperoleh.
Salah satu persoalan yang dirasakan pedagang adalah kelangkaan beras kemasan 5 kilogram. Pasokan dari agen disebut mengalami kekosongan sehingga pedagang memilih menjual beras secara eceran per kilogram untuk memenuhi permintaan konsumen.
Sebelumnya, beras kemasan 5 kilogram dijual dengan harga sekitar Rp78.000 hingga Rp80.000. Namun, saat ini kemasan tersebut semakin sulit ditemukan di pasar.
Di tengah kenaikan harga beras premium, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari pemerintah masih dijual dengan harga relatif stabil, yakni Rp63.000 per kemasan 5 kilogram.
Meski demikian, sebagian konsumen tetap memilih beras bermerek. Permintaan tersebut terutama datang dari pemilik warung makan dan restoran yang membutuhkan jenis beras tertentu untuk kebutuhan usahanya.
Kenaikan harga juga terjadi pada kemasan yang lebih besar. Beras kemasan 10 kilogram yang sebelumnya dijual sekitar Rp153.000 kini menjadi Rp156.000. Sementara harga beras kemasan 20 kilogram naik Rp8.000, dari sebelumnya Rp305.000 menjadi Rp313.000.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, pedagang memilih membongkar kemasan besar dan menjualnya secara eceran.
"Kami menyiasati dengan membongkar kemasan 20 kilogram untuk diecer," ujar Yeni, salah satu pedagang di Pasar KM 5 Palembang.
Saat ini, harga beras eceran di tingkat pedagang berkisar Rp16.500 hingga Rp17.000 per kilogram.
Pedagang berharap pasokan beras, khususnya beras premium, kembali normal sehingga harga dapat lebih terkendali.
Kenaikan harga juga dinilai berpotensi menambah beban pengeluaran masyarakat, terutama konsumen yang membutuhkan beras dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut membuat pedagang harus beradaptasi dengan perubahan harga dan pasokan. Pemerintah pun diharapkan dapat memastikan ketersediaan beras serta menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Lonjakan harga beras premium di Palembang menjadi perhatian karena beras merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.
Stabilitas pasokan dan harga dinilai penting untuk menjaga daya beli konsumen sekaligus keberlangsungan usaha para pedagang.(*)
.png)