KETIK, PALEMBANG – Program usaha tebu rakyat di Desa Rengas I, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, memasuki tahun ketiga. Pemerintah desa kembali mengalokasikan hasil usaha tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan mendukung program sosial masyarakat.
Tahun ini, pemerintah desa membagikan 3 kilogram gula pasir kepada setiap rumah tangga. Gula tersebut berasal dari hasil olahan tebu rakyat yang pengelolaannya dipercayakan kepada BUMDes Kemang Manis.
Kepala Desa Rengas I, Bakaruddin, bersama perangkat desa menyerahkan gula secara simbolis kepada warga. Pembagian tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil usaha desa agar manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Pemerintah Desa Rengas I juga mengalokasikan keuntungan usaha tebu untuk sejumlah program. Salah satunya pengadaan satu unit ambulans desa yang kini masih dalam tahap pembuatan dan penyelesaian identitas kendaraan.
Setelah selesai, ambulans tersebut akan dikirim ke Desa Rengas I untuk memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga yang membutuhkan penanganan dalam kondisi darurat.
Penyerahan gula secara simbolis oleh Kepala Desa Rengas I, Bakaruddin, bersama perangkat desa kepada masyarakat. (Foto: Septi N/Ketik.com)
Selain ambulans, pemerintah desa menggunakan hasil usaha tebu untuk mendukung program santunan kematian serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Langkah ini membuat manfaat usaha pertanian tidak berhenti pada hasil produksi, tetapi kembali kepada masyarakat.
Untuk menjaga kepercayaan warga, Kepala Desa Bakaruddin juga menyampaikan perkembangan pengelolaan usaha secara berkala. Ia memberikan informasi kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan, termasuk sebelum salat Jumat dan di sela-sela kegiatan warga.
Memasuki tahun ketiga, usaha tebu rakyat Rengas I menunjukkan pola pengelolaan yang mengarahkan hasil produksi kembali menjadi manfaat bagi masyarakat. Mulai pembagian gula, pengadaan ambulans, hingga program sosial, pemerintah desa mengoptimalkan hasil usaha untuk kepentingan warga. (*)
.png)