Pemadaman Listrik Bergilir Tak Menentu di Kabupaten Pacitan Tuai Keluhan Warga

19 Juni 2026 14:48 19 Jun 2026 14:48

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Pemadaman Listrik Bergilir Tak Menentu di Kabupaten Pacitan Tuai Keluhan Warga

Seorang warga Pacitan menghidupkan lilin saat pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dalam beberapa hari terakhir. PLN mengakui pemadaman bergilir di Jawa Timur dipengaruhi penurunan kapasitas suplai yang berdampak pada sektor pembangkitan listrik. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi berulang kali dalam beberapa hari terakhir mulai memicu keresahan masyarakat Kabupaten Pacitan. 

Selain terjadi pada waktu yang tidak menentu, masyarakat juga mengeluhkan minimnya informasi mengenai kapan pemadaman akan berakhir.

Keluhan tersebut muncul di tengah kebijakan manajemen beban yang diterapkan PLN di sejumlah wilayah Jawa Timur akibat menurunnya kapasitas suplai listrik dari sektor pembangkitan. 

Dampaknya, aktivitas masyarakat yang kini sangat bergantung pada listrik dan internet ikut terganggu.

Sejumlah warga mengaku kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari karena listrik bisa padam sewaktu-waktu dengan durasi yang berbeda-beda.

Warga Kecamatan Nawangan, Mochamad Abdul (31), mengatakan dalam empat hari terakhir wilayahnya mengalami pemadaman berulang tanpa pola yang pasti.

“Iya sekarang sering mati lampu. Sejak kemarin habis Magrib mati, terus nyala jam 9.30 malam. Hari ini dari tadi jam 9 pagi sampai sekarang belum nyala. Jamnya berbeda-beda,” ujarnya kepada Ketik.com, Jumat, 19 Juni 2026.

Menurutnya, ketidakpastian jadwal pemadaman membuat masyarakat kesulitan mengatur pekerjaan maupun kebutuhan rumah tangga.

“Kalau di Nawangan sejak empat hari yang lalu sering mati lampu, mota mati ae pokoke,” keluhnya.

Keluhan serupa datang dari Kecamatan Kebonagung.

Warga bernama Lumaksono (38) menilai PLN seharusnya memberikan informasi lebih awal kepada pelanggan sebelum melakukan pemadaman.

Menurutnya, saat ini banyak pekerjaan dan aktivitas masyarakat yang sepenuhnya bergantung pada listrik.

“Kalau mau ada pemadaman, seharusnya pelanggan diberi informasi lebih dulu. Kita tidak tahu kalau sedang ada bisnis, pekerjaan, atau kebutuhan lain yang sangat bergantung pada listrik. Tiba-tiba mati saja,” katanya.

Ia menambahkan, listrik bukan lagi sekadar kebutuhan penerangan, melainkan telah menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat.

Mulai dari pelaku usaha daring, pekerja kantoran, rapat virtual, hingga pelajar yang membutuhkan akses internet.

Hal senada disampaikan Muhammad Iwan (45), warga Kecamatan Pacitan.

Ia mengaku pekerjaannya di sektor swasta kerap terganggu akibat listrik padam mendadak saat sedang menggunakan komputer.

Menurutnya, kondisi tersebut berisiko menyebabkan pekerjaan tertunda bahkan kehilangan data penting.

“Saya berharap PLN bisa lebih informatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, gangguan ini berlangsung sampai kapan? kan belum jelas. Apalagi pelanggan juga rutin membayar listrik setiap bulan,” tegasnya.

PLN Akui Pasokan Listrik Menurun

Menanggapi kondisi tersebut, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengakui adanya penurunan kapasitas suplai listrik yang berdampak pada sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Akibatnya, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas untuk menjaga stabilitas sistem agar gangguan tidak meluas.

Sebelumnya, PLN ULP Pacitan juga telah menyampaikan pengumuman kepada pelanggan terkait adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik yang menyebabkan pasokan menurun.

“Sehubungan dengan adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di beberapa lokasi,” tulis PLN dalam keterangannya.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai sampai kapan kebijakan pemadaman bergilir tersebut akan berlangsung.

Saat dikonfirmasi terkait seringnya pemadaman yang terjadi di Pacitan dan kemungkinan normalisasi pasokan listrik, Manager PLN ULP Pacitan, Herdina Tri Handayani, menyebut kewenangan informasi tersebut berada di tingkat pusat.

“Yang terkait ini wewenang bukan di kami mas, semua dari pusat yang mengatur,” ujarnya melalui pesan singkat.(*)

Tombol Google News

Tags:

PLN Pacitan Herdina Tri Handayani Mati Lampu Pacitan pemadaman listrik Pln Jawa Timur Kecamatan Nawangan Kecamatan Kebonagung Mochamad Abdul Kelistrikan Jawa Timur Suplai Listrik Menurun Info Pacitan Berita pacitan