Lolos Tiga Kampus Bergengsi, Anak Petani asal Bangka Pilih Jadi Taruna Angkatan Laut, Ini Kisahnya

3 Agustus 2026 14:05 3 Agt 2026 14:05

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Lolos Tiga Kampus Bergengsi, Anak Petani asal Bangka Pilih Jadi Taruna Angkatan Laut, Ini Kisahnya

Faturhadi, putra seorang petani asal Bangka Tengah, memilih menjadi Taruna Akademi Angkatan Laut meski diterima di UGM dan Curtin University Australia melalui program beasiswa. (Foto: Istimewa)

KETIK, BANGKA TENGAH – Tangis haru dan pelukan hangat mengiringi langkah Faturhadi setelah dinyatakan lolos sebagai Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL).

Putra pasangan Fahlepi dan Heni Kusuma Dewi asal Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah itu sukses mengukir prestasi membanggakan dengan diterima di tiga institusi bergengsi sekaligus.

Lulusan SMA Negeri 1 Pangkalpinang tersebut berhasil lolos seleksi Akademi Angkatan Laut, diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM), serta memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di Curtin University Australia melalui program beasiswa.

Meski memiliki peluang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri, Fatur memilih menjadi Taruna AAL demi mewujudkan cita-citanya mengabdi kepada bangsa dan negara.

Bagi Fatur, keputusan tersebut bukan sekadar memilih kampus, melainkan mewujudkan impian yang telah lama hidup dalam keluarganya.

"Saya sempat ditanya saat seleksi, 'Bapaknya jenderal ya?' Saya jawab, 'Bapak saya petani'. Tapi dari ladang itulah kami belajar tentang kerja keras, kesabaran, dan doa," ujar Fatur, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Keberhasilan itu lahir dari perjuangan panjang keluarga sederhana yang menggantungkan hidup dari hasil bertani.

Sang ayah, Fahlepi, setiap hari bekerja di kebun demi memastikan anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Sementara sang ibu, Heni Kusuma Dewi, terus memberikan doa dan dukungan di setiap proses yang dijalani putranya.

"Alhamdulillah, semua kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Selain belajar akademik, persiapan fisik juga sangat penting. Saya latihan tanpa henti, waktu yang ada saya gunakan untuk terus berlatih," katanya.

Perjalanan menuju Akademi Angkatan Laut tidak dilalui dengan mudah.

Selama menjalani proses seleksi, Fatur membiasakan diri berlatih fisik setiap hari, menjaga disiplin belajar, memperkuat ibadah, serta menjunjung tinggi rasa hormat kepada orang tua dan guru.

Saat mengikuti tahapan seleksi Pantukhir di Akademi Militer Magelang, ia tetap memanfaatkan waktu luang untuk belajar dan menjaga kebugaran.

"Saya tetap membaca materi pelajaran di sela-sela aktivitas barak. Ketika tidak belajar, saya memilih membantu menyapu halaman barak atau kembali berlatih fisik agar tubuh tetap prima menghadapi seluruh rangkaian seleksi," tuturnya.

Perjuangan Fatur juga tidak terlepas dari dukungan sang kakak, Yudies Fadilah.

Selama tiga tahun berturut-turut, Yudies berusaha mengikuti seleksi Akademi Militer, namun belum berhasil dan akhirnya melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.

Meski gagal mewujudkan impiannya menjadi taruna, Yudies justru menjadi sosok yang paling banyak mendampingi adiknya.

Ia membantu melengkapi berkas administrasi, melatih fisik, hingga menemani persiapan keberangkatan menuju Magelang.

Sementara itu, Fahlepi mengaku tidak pernah membayangkan anak seorang petani mampu diterima di tiga institusi bergengsi sekaligus.

Namun sejak kecil, ia selalu menanamkan keyakinan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.

"Bapak hanya ingin anak-anak punya pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya. Kami mungkin tidak bisa memberikan kemewahan, tetapi kami selalu berusaha memberikan doa, kejujuran, dan semangat untuk bekerja keras. Hari ini Allah membalas semua perjuangan itu," ujarnya.

Rasa bangga juga diungkapkan Heni Kusuma Dewi. Menurutnya, keberhasilan putranya menjadi bukti bahwa anak-anak dari desa mampu bersaing dengan siapa pun selama memiliki kemauan belajar, disiplin, dan tidak mudah menyerah.

Menjelang keberangkatan Fatur sebagai Taruna AAL, Yudies menitipkan pesan yang penuh makna kepada sang adik.

"Kami titipkan Fatur. Jaga nama baik keluarga, almamater, dan bendera Merah Putih. Ini bukan tentang bintang di pundak. Ini tentang bintang di mata seorang anak petani yang tidak pernah padam," ucapnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Faturhadi Fahlepi Heni Kusuma Dewi Yudies Fadilah Akademi Angkatan Laut Curtin University Universitas Gadjah Mada Bangka Tengah Bangka Belitung Anak Petani Berita Bangka Belitung Info Bangka Belitung