KETIK, BATU – Dua penghargaan bergengsi berhasil diraih BPBD Kota Batu pada ajang Gelar Peralatan BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Timur 2026, di Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, pada 20-24 Juli 2026.
Capaian tersebut menjadi pengakuan atas kesiapan personel, kelengkapan peralatan, serta pengelolaan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) yang dinilai mampu mendukung penanganan bencana secara cepat dan efektif.
BPBD Kota Batu berhasil meraih Juara Umum II Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana dan Juara I Manajemen Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Suwoko, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang selama ini terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan BPBD, tetapi juga seluruh masyarakat Kota Batu. Penghargaan ini merupakan hasil kerja sama, dedikasi, dan komitmen seluruh personel yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam penanggulangan bencana,” ujarnya, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Suwoko, penghargaan Juara I Manajemen Pusdalops menjadi bukti bahwa sistem pengelolaan informasi kebencanaan dan koordinasi penanganan keadaan darurat di Kota Batu berjalan semakin baik.
Ia menjelaskan, Pusdalops memiliki peran penting sebagai pusat pengumpulan data, analisis situasi, hingga penyampaian informasi secara cepat kepada para pemangku kepentingan ketika terjadi bencana.
Sementara itu, penghargaan Juara Umum II Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana menunjukkan kesiapan BPBD Kota Batu dalam mengelola sarana dan prasarana kebencanaan.
Penilaian meliputi kemampuan personel, kelengkapan peralatan, hingga kesiapan operasional dalam menghadapi kondisi darurat.
Meski meraih dua penghargaan, Suwoko menegaskan jajarannya tidak akan cepat berpuas diri. Menurutnya, prestasi tersebut justru menjadi motivasi untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami akan terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder, serta mengembangkan sistem penanggulangan bencana yang lebih cepat, tepat, dan responsif. Tujuan akhirnya adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Batu,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batu, BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, relawan kebencanaan, dunia usaha, media massa, hingga masyarakat yang selama ini menjadi mitra strategis dalam upaya penanggulangan bencana.
“Harapan kami, kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, penyediaan informasi kebencanaan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga Kota Batu semakin tangguh dalam menghadapi bencana,” pungkasnya. (*)
