Sepenggal Kisah di TransJatim Koridor Mojokerto-Surabaya (7)

Minat Tinggi, Armada Dirasa Kurang! Dari Atas Roda Bus, Ini Harapan Para Penumpang

29 April 2026 16:40 29 Apr 2026 16:40

Dina Elwarda, Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Minat Tinggi, Armada Dirasa Kurang! Dari Atas Roda Bus, Ini Harapan Para Penumpang

Bus TransJatim koridor Mojokerto Surabaya berhenti di Halte Terminal Kertajaya Mojokerto untuk menunggu penumpang naik. (Foto: Dina Elwarda/Ketik.com)

KETIK, MOJOKERTO – Keterbatasan armada bus TransJatim menjadi sorotan, khususnya pada koridor Mojokerto-Surabaya yang dikenal sebagai jalur padat pekerja dan mahasiswa. Tingginya mobilitas masyarakat belum sepenuhnya diimbangi dengan jumlah armada memadai sehingga berdampak pada kenyamanan dan waktu tempuh perjalanan.

Amanu, mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang setiap hari pulang pergi menggunakan TransJatim menilai jumlah armada di koridor tersebut masih jauh dari kata cukup. Ia mengaku hampir setiap pagi dan sore hari bus selalu dalam kondisi penuh.

“Busnya itu hampir selalu padat, bahkan sering penumpangnya berdiri berdesakan sampai overload. Padahal ukuran busnya juga tidak terlalu besar, sementara peminatnya sangat tinggi, baik dari pekerja, pelajar maupun masyarakat umum,” ujar Amanu.

Menurut pria 27 tahun itu, waktu tunggu bus juga kerap tidak menentu. Ia bahkan pernah menunggu hingga 30 menit sampai 45 menit, jauh dari estimasi normal sekitar 10-15 menit. Kondisi ini membuat penumpang harus antre di halte. Dan, jika bus sudah penuh maka terpaksa menunggu armada berikutnya.

Keluhan serupa disampaikan Ilham Ramadhani, mahasiswa yang sering menggunakan TransJatim untuk mobilitas menuju kampusnya di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Pemuda 21 tahun itu menyoroti keterlambatan kedatangan bus yang dinilai cukup sering terjadi.

“Waktu tunggu bisa sampai setengah jam, bahkan lebih dari 45 menit di jam sibuk. Ini tentu bukan waktu yang singkat untuk menunggu transportasi umum,” kata Ilham.

Ia menilai, selain jumlah armada yang terbatas, faktor lain seperti kondisi lalu lintas di jalur Surabaya-Mojokerto yang merupakan jalur arteri utama turut memperparah situasi. Kemacetan akibat kecelakaan, kendaraan mogok, hingga hambatan lain sering kali membuat jadwal kedatangan bus semakin tidak pasti.

Lebih lanjut, Ilham mengusulkan adanya jalur khusus bagi TransJatim agar mobilitas menjadi lebih efektif. Selain itu, ia juga menyoroti rute yang dinilai kurang efisien, khususnya saat bus harus masuk ke Terminal Krian.

“Masuk ke Terminal Krian itu memakan waktu cukup lama, bisa 10-20 menit, apalagi kalau macet. Akan lebih efektif jika rutenya bisa disederhanakan tanpa harus masuk ke terminal,” jelasnya.

Sementara itu, Alfi Farihatin Nabela (23), pengguna TransJatim yang kerap menggunakan layanan ini untuk mengunjungi orang tuanya di Mojokerto, juga merasakan hal serupa. Ia mengaku sering harus menunggu lama karena bus penuh.

“Kadang nunggu lama banget. Pernah mau naik, tapi di dalam sudah penuh, sampai petugasnya kasih tanda nggak bisa masuk lagi. Akhirnya harus nunggu bus berikutnya,” ungkap Alfi.

Selain itu, Alfi juga menyoroti aspek rute yang dinilai kurang praktis. Ia menyebut perjalanan dari Mojokerto tidak langsung terhubung ke Terminal Purabaya sehingga menyulitkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan.

“Kalau turun di halte Medaeng, kita masih harus cari transportasi lagi ke Terminal Purabaya. Akan lebih enak kalau langsung sampai ke sana,” tambahnya.

Berbagai keluhan tersebut menunjukkan bahwa TransJatim, meski menjadi solusi transportasi terjangkau bagi masyarakat, masih menghadapi tantangan dalam hal kapasitas dan manajemen operasional. 

Tingginya minat pengguna seharusnya diimbangi dengan penambahan armada, pengaturan jadwal yang lebih konsisten, serta evaluasi rute agar perjalanan menjadi lebih efisien.

Sebagai transportasi publik yang diandalkan, TransJatim tidak hanya dituntut hadir sebagai solusi mobilitas, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan dan kepastian bagi para penumpangnya.

Tanpa perbaikan yang signifikan, kepadatan dan waktu tunggu panjang berpotensi terus menjadi persoalan yang berulang, khususnya di koridor strategis ini. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bus TransJatim info mojokerto berita mojokerto Armada Bus Transjatim Waktu Tunggu Bus Harapan Para Penumpang Info Surabaya Berita Surabaya