KETIK, LABUHAN BATU – Anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Tommy untuk kesekian kalinya kembali mendapatkan laporan bahwa masih terdapat pangkalan tidak melayani warga sekitar membeli gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram.
Aduan serupa kali ini datang dari sejumlah warga di Lingkungan Sidodadi PNK, Kelurahan Pulopadang, Kecamatan Rantau Utara.
Sejumlah warga ketika ditemui Tommy di Lingkungan Sidodadi PNK, Jumat, 5 Juni 2026 malam mengakui, terdapat 1 pangkalan di daerah itu yang menolak sebagian warga sekitar ketika ingin membeli gas melon.
Malam itu Tommy menerima laporan, walau warga bertempat tinggal hanya sekitar 50 meter dari pangkalan, tetapi pekerja pangkalan di sana mengatakan bahwa gas melon tersebut telah ada pembelinya.
Seperti yang diungkapkan Parlan (61), Musiman (65), Sugiarto (65) dan Selamet (67) saat didampingi Kepala Lingkungan Sidodadi PNK, Darma, alasan pekerja pangkalan bahkan gas tersebut sudah ada yang memesan sebelumnya.
"Alasannya beragam, katanya gasnya sudah diborong, pembeli merupakan bukan pelanggan, warga yang datang tidak merupakan konsumen, atau gas melon sudah ada pelanggannya," beber warga bergantian.
Tidak sampai di sana, warga yang merasa aneh dengan sistem distribusi pangkalan, juga menambahkan, bahkan oknum penjaga pangkalan pernah mengatakan bahwa warga pembeli tidak memberikan KTP sebagai syarat pendirian pangkalan kala itu.
Sebagian warga sekitar yang tidak memperoleh gas subsidi itu sebenarnya tidak ambil pusing jika gas melon dijual ke luar lingkungan. Tetapi dengan catatan warga sekitar didahulukan pendistribusiannya.
"Kami lihat ada kereta atau becak datang membawa gasnya, itu kami tanda orang luar lingkungan sini. Harapan kami janganlah semrawut kali gini modelnya. Apalagi dimata kami gas itu dibawain keluar lingkungan," tambah warga tersebut.
Mendapat laporan tersebut, anggota DPRD Labuhanbatu, Tommy yang duduk jadi wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Rantau Utara, meminta kepada warga agar tidak berbuat di luar ketentuan.
Dirinya akan berupaya mencari solusi dan terus bersosialisasi agar kedepannya pangkalan mengutamakan ketersediaan gas subsidi 3 kilogram khususnya kepada warga sekitar.
"Iya, termasuk koordinasi dengan yang terkait, bhabinkamtibmas dan jajaran Polres Labuhanbatu. Intinya, warga sekitar merupakan pemegang hak pertama yang mendapatkan jatah beli gas subsidi," terang Tommy.
Tommy kembali mengimbau kepada pangkalan untuk tidak benin-main di luar ketentuan dalam hal pendistribusian gas subsidi. Terlebih, belakangan ini gas melon sangat sulit diperoleh dan bahkan harganya telah jauh meroket. (*)
