Kirab Budaya Nusantara Wonorejo Blitar Sedot Ribuan Penonton, Bersih Desa Jadi Panggung Pelestarian Budaya dan Penggerak UMKM

12 Juli 2026 09:13 12 Jul 2026 09:13

Favan Abu R.

Editor
Thumbnail Kirab Budaya Nusantara Wonorejo Blitar Sedot Ribuan Penonton, Bersih Desa Jadi Panggung Pelestarian Budaya dan Penggerak UMKM

Kepala Desa Wonorejo, Fendriana Anitasari, saat di panggung agenda hiburan kirab bersih Desa Wonorejo, Sabtu, 11 Juli 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Lautan manusia memadati sepanjang ruas jalan Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Sabtu 11 Juli 2026 malam. Sejak sore, ribuan warga sudah mengambil posisi terbaik untuk menyaksikan Kirab Budaya Nusantara, agenda tahunan yang menjadi puncak peringatan Bersih Desa Wonorejo.

Tak hanya memenuhi bahu jalan, warga juga rela duduk di pelataran rumah, tepi kebun, hingga halaman milik penduduk demi mendapatkan sudut pandang terbaik. Antusiasme masyarakat membuat suasana desa berubah menjadi lautan budaya yang dipenuhi sorak, tepuk tangan, dan gemerlap lampu dari iring-iringan peserta kirab.

Mengusung tema “Kirab Budaya Nusantara Desa Wonorejo Manunggal Ing Karyo”, kegiatan tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat sekaligus ruang untuk merawat kekayaan budaya bangsa melalui karya dan kreativitas warga.

Rute kirab membentang sekitar 2,3 kilometer. Iring-iringan dimulai dari perbatasan Kelurahan Bajang hingga berakhir di pertigaan Dusun Mungkung. Sementara panggung kehormatan ditempatkan di depan Lapangan Desa Wonorejo.

Kepala Desa Wonorejo, Fendriana Anitasari, mengatakan tema Nusantara dipilih agar masyarakat tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga kembali mengenal cerita-cerita yang menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia.

“Tahun ini kami sengaja mengangkat tema Kirab Budaya Nusantara. Setiap peserta, baik dari tingkat RT maupun kelompok pemuda, menghadirkan cerita yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Peserta berasal dari lembaga desa, lingkungan RT, hingga Karang Taruna,” ujarnya.

Sepanjang perjalanan kirab, penonton disuguhi beragam pertunjukan teatrikal yang mengangkat legenda dan cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap kontingen tampil dengan konsep berbeda, lengkap dengan kostum, properti, tata cahaya, hingga iringan musik yang membuat setiap penampilan terasa hidup.

Nuansa kebinekaan begitu terasa ketika berbagai budaya dari Sabang hingga Merauke ditampilkan dalam satu panggung jalanan. Kreativitas warga terlihat dari detail kostum yang dikenakan serta replika-replika megah yang menggambarkan tokoh maupun latar kisah legendaris Nusantara.

Fendriana mengungkapkan, antusiasme masyarakat tahun ini jauh melampaui perkiraan. Puluhan kelompok peserta terlibat dan masing-masing menampilkan karya yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan.

Menurutnya, kesungguhan warga menjadi kekuatan utama yang membuat kirab budaya tersebut terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Penampilannya sangat unik karena mereka benar-benar mendalami cerita rakyat yang dibawakan lewat kostum. Sepanjang rute saya melihat ada kisah Candi Prambanan, Rama dan Sinta, Damar Wulan, hingga berbagai legenda Nusantara lainnya yang dikemas sangat menarik,” katanya.

Tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, kirab tersebut juga membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah membuat aktivitas perdagangan warga meningkat drastis.

Lapak makanan tradisional, minuman, hingga berbagai usaha kecil milik warga dipadati pembeli sejak sore hingga acara berakhir.

“Banyak warga jualannya habis semua. Ada yang menjual makanan tradisional, kopi, es teh, dan semuanya laris karena penontonnya ribuan. Geliat ekonomi masyarakat Desa Wonorejo benar-benar terasa hidup,” ungkap Fendriana.

Selain pelaku UMKM, masyarakat juga memperoleh tambahan penghasilan dari jasa parkir dan berbagai layanan pendukung lainnya selama berlangsungnya kegiatan.

Pemerintah Desa Wonorejo berharap Kirab Budaya Nusantara tidak hanya menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi identitas desa sekaligus penggerak ekonomi berbasis budaya.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini menjadi momentum untuk menggali sekaligus mengangkat potensi lokal Desa Wonorejo. UMKM bisa berkembang, masyarakat mendapat peluang usaha, dan produk-produk desa semakin dikenal luas. Pada akhirnya, roda perekonomian masyarakat bisa terus bergerak,” pungkasnya.

Tombol Google News

Tags:

Desa Wonorejo Blitar Kabupaten Blitar Kirab Budaya Fendriana UMKM Ekonomi warga