Bagnaia Soroti Format Akhir Pekan MotoGP, Start dari Belakang Jadi Hukuman Ganda di Sprint Sachsenring

12 Juli 2026 06:50 12 Jul 2026 06:50

Ika Setya Y., Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bagnaia Soroti Format Akhir Pekan MotoGP, Start dari Belakang Jadi Hukuman Ganda di Sprint Sachsenring

Pecco Bagnaia finis P7 di Sprint Jerman (foto oleh Getty Images)

KETIK, JAKARTA – Francesco Bagnaia menilai hasil Sprint MotoGP Jerman 2026 tidak bisa dilepaskan dari kegagalannya di sesi kualifikasi. Memulai balapan dari posisi ke-11 membuat pembalap Ducati Lenovo itu harus puas finis ketujuh, meski merasa memiliki kecepatan untuk bertarung lebih jauh di depan.

Menurut Bagnaia, format MotoGP saat ini membuat satu kesalahan di kualifikasi memiliki dampak yang sangat besar karena hasilnya digunakan untuk dua balapan sekaligus, yakni Sprint pada Sabtu dan Grand Prix hari Minggu.

"Hanya mengikuti satu sesi kualifikasi untuk dua balapan merupakan kendala yang sangat besar. Jika Anda membuat kesalahan, konsekuensinya sangat besar karena Anda harus memulai dua balapan dari posisi yang sama," ujar Bagnaia, seperti dilansir dari GPone. 

Pembalap Italia itu mengakui kesalahan ada pada dirinya sendiri. Ia terjatuh saat mencoba mencatatkan putaran cepat di sesi kualifikasi karena ban depan belum mencapai suhu kerja yang ideal. Insiden tersebut membuatnya kehilangan kesempatan untuk menempatkan Ducati GP26 di barisan depan.

Meski demikian, Bagnaia merasa motor yang dimilikinya sebenarnya cukup kompetitif. Ia bahkan yakin bisa ikut bersaing memperebutkan podium andai tidak harus memulai balapan dari posisi ke-11.

"Hari ini kendalanya bukan motornya, tetapi saya harus start dari belakang. Saya yakin sebenarnya kami punya potensi untuk berada di baris depan dan bertarung memperebutkan podium, tetapi saya membuat kesalahan besar," kata Bagnaia

Selama Sprint, Bagnaia juga mengaku frustrasi karena sulit menyalip para pembalap di depannya. Meski merasa memiliki ritme yang lebih baik, karakter Sachsenring dan rapatnya persaingan antarpembalap Ducati membuatnya kesulitan menemukan celah untuk menyerang.

Kini fokus Bagnaia beralih ke balapan utama hari Minggu. Dengan jumlah lap yang lebih panjang, juara dunia dua kali itu berharap dapat memanfaatkan ritme balapnya untuk menembus barisan depan dan meminimalkan kerugian poin dalam perebutan gelar musim 2026. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pecco Bagnaia Francesco Bagnaia Ducati Corse Moto G P GP Jerman Sirkuit Assen