23 Produk UMKM Abdya Lolos Kurasi, Kini Masuk Display Indomaret

8 Juli 2026 20:55 8 Jul 2026 20:55

T. Rahmat

Editor
Thumbnail 23 Produk UMKM Abdya Lolos Kurasi, Kini Masuk Display Indomaret

Bupati Abdya, dr Safaruddin bersama Wakil Bupati Zaman Akli berdiri di display produk UMKM Abdya saat peresmian salah satu gerai Indomaret Blangpidie. (Foto: Ist)

KETIK, ACEH BARAT DAYA – Kehadiran gerai Indomaret di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, mulai membuka peluang baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memperluas akses pasar.

Setidaknya, hingga saat ini dari 100 produk yang mengikuti kurasi, sebanyak 23 produk UMKM Abdya berhasil lolos proses kurasi dan telah mendapatkan kesempatan dipasarkan di jaringan ritel modern tersebut.

Masuknya produk lokal ke Indomaret merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya, yang memberikan izin operasional kepada ritel modern dengan syarat menyediakan 30 persen ruang pajang (display) bagi produk UMKM lokal yang memenuhi standar.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) Abdya, Zedi Saputra, mengatakan komitmen tersebut telah dijalankan. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses seleksi dan memenuhi berbagai persyaratan, termasuk aspek legalitas, kualitas, hingga sertifikasi halal.

"Di Indomaret sudah diberikan tempat untuk UMKM. Sebanyak 30 persen dari space Indomaret wajib disediakan untuk produk UMKM lokal, namun tetap harus sesuai dengan aturan dan persyaratan yang berlaku," kata Zedi dalam rapat evaluasi Panitia Khusus (Pansus) DPRK Abdya di kantor DiskopUKMperindag, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, pada tahap awal terdapat sekitar 100 produk UMKM yang diajukan untuk mengikuti proses kurasi. Namun, setelah melalui tahapan penilaian, hanya 23 produk yang dinyatakan memenuhi standar sehingga dapat dipasarkan di gerai Indomaret.

Menurut Zedi, hasil tersebut menjadi gambaran bahwa kualitas dan standar produk menjadi faktor utama agar mampu menembus pasar ritel modern. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan mutu produk UMKM agar semakin banyak yang dapat bersaing.

Di sisi lain, potensi UMKM di Abdya dinilai sangat besar. Berdasarkan data Online Single Submission (OSS), terdapat sekitar 5.000 pelaku UMKM yang telah terdaftar dalam sistem perizinan berusaha secara elektronik.

"Di data OSS sangat banyak pelaku UMKM kita yang terdaftar, bahkan mencapai 5 ribu," ujarnya.

Untuk meningkatkan daya saing tersebut, DiskopUKMperindag Abdya saat ini juga intensif melakukan pembinaan kepada pelaku usaha. Sekitar 100 UMKM menjadi fokus pendampingan, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, legalitas usaha hingga pemenuhan standar yang dibutuhkan pasar modern.

Melalui pembinaan berkelanjutan itu, pemerintah berharap semakin banyak produk unggulan khas Abdya mampu menembus jaringan ritel modern, sehingga memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

"Ini juga salah satu upaya pemerintah dalam promosi produk lokal. Kita berharap produk UMKM Abdya bisa dikenal dan diminati secara nasional," pungkas Zedi.

Untuk diketahui bahwa pernyataan tersebut disampaikan DiskopUKMperindag Abdya, Zedi Saputra menjawab pertanyaan tim pansus DPRK Abdya yang dihadiri Anggota DPRK Abdya Said Rian, Mukhlis, Sardiman, Rahmat Irfan, Tanzilurrahman, Agus Samhadi, Muhibpudin dan Yusdarman tentang promosi produk UMKM. (*)

Tombol Google News

Tags:

Indomaret Bupati abdya Aceh Barat Daya safaruddin UMKM blangpidie Aceh dr safaruddin