KETIK, BLITAR – Kabar yang sempat beredar luas di media sosial dan sejumlah media online terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang ajudan oleh Wakapolres Blitar akhirnya mendapat tanggapan resmi dari jajaran Polres Blitar.
Kapolres Blitar AKBP Rivanda menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan setelah pihaknya melakukan serangkaian klarifikasi dan penelusuran secara langsung.
Pernyataan itu disampaikan AKBP Rivanda kepada awak media, Jumat 5 Juni 2026, menyusul ramainya pemberitaan yang menyebut seorang ajudan Wakapolres mengalami luka serius akibat dugaan tindakan kekerasan.
“Kami mengetahui informasi tersebut sejak Rabu lalu. Malam itu juga kami langsung melakukan langkah-langkah klarifikasi untuk memastikan kebenaran kabar yang beredar,” ujar AKBP Rivanda.
Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah memanggil ajudan yang disebut sebagai korban dalam pemberitaan tersebut. Dari hasil komunikasi dan pemeriksaan langsung, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada dugaan penganiayaan.
Kapolres bahkan mengaku sempat bertemu langsung dengan ajudan yang bersangkutan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
“Saat kami temui, kondisinya baik-baik saja. Tidak ada bekas penganiayaan maupun luka yang terlihat,” katanya.
Tak berhenti di situ, Polres Blitar juga meminta keterangan dari Wakapolres Blitar yang namanya disebut dalam isu tersebut. Dari hasil klarifikasi, Wakapolres membantah seluruh tuduhan yang beredar dan menyatakan tidak pernah melakukan tindakan penganiayaan terhadap ajudannya.
AKBP Rivanda mengatakan pihaknya kini masih menelusuri asal-usul informasi yang berkembang agar diketahui bagaimana kabar tersebut bisa menyebar dan menjadi perhatian publik.
“Kami juga sudah mengonfirmasi kepada Pak Wakapolres. Yang bersangkutan menyampaikan tidak pernah melakukan tindakan seperti yang diberitakan. Saat ini kami terus mencari sumber awal informasi tersebut,” jelasnya.
Salah satu informasi yang ramai diperbincangkan adalah dugaan hidung ajudan mengalami patah akibat penganiayaan. Namun setelah dilakukan pengecekan langsung, Polres Blitar memastikan kondisi tersebut tidak ditemukan.
“Informasi yang beredar menyebutkan hidung korban sampai patah. Setelah kami cek langsung, yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan tidak terdapat luka sebagaimana yang diberitakan,” tegas Kapolres.
Di akhir keterangannya, AKBP Rivanda mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan Polres Blitar berkomitmen menjaga transparansi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Polri memiliki tugas untuk mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat. Kami akan terus menjaga kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi serta pelayanan yang humanis,” pungkasnya.
