Jelang Kedatangan UAS ke Sulut, Ketum POLA Ingatkan Pentingnya Jaga Toleransi

12 Mei 2026 22:35 12 Mei 2026 22:35

Maulana Haviz, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jelang Kedatangan UAS ke Sulut, Ketum POLA Ingatkan Pentingnya Jaga Toleransi

Ketua Umum POLA Bitung saat menyampaikan pernyataan sikap terkait rencana kedatangan Ustadz Abdul Somad ke Sulawesi Utara. (Foto: Maulana/Ketik.com)

KETIK, BITUNG – Rencana kedatangan pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) ke Sulawesi Utara (Sulut) pada 25 Mei 2026 mendatang menuai perhatian sejumlah elemen masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Persatuan Organisasi Lintas Adat Agama dan Budaya Bitung, Puboksa Hutahaean, menyampaikan pernyataan sikap dalam konferensi pers di Taman Patung Dotulong, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Rabu sore, 13 Mei 2026.

Dalam keterangannya, Puboksa menegaskan bahwa pihaknya tidak berada pada posisi membenci ataupun menolak sosok tertentu.

Namun, POLA menilai penting menjaga keamanan, stabilitas, dan kerukunan masyarakat di Sulawesi Utara yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi tinggi.

“Prinsip Torang Samua Basudara harus tetap dijaga. POLA hadir untuk menjaga Sulut tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.

Menurutnya, pro dan kontra yang muncul di tengah masyarakat terkait rencana kedatangan UAS menjadi perhatian serius organisasi lintas adat, agama, dan budaya tersebut.

Puboksa menyebut pihaknya menerima berbagai aspirasi masyarakat dengan pandangan berbeda terhadap agenda dakwah tersebut.

Ia mengatakan sebagian umat Muslim memandang UAS sebagai ulama yang dihormati dan memiliki banyak pengikut.

Namun, di sisi lain terdapat pula kekhawatiran dari sejumlah kelompok masyarakat agar seluruh kegiatan tetap mengedepankan nilai persatuan dan toleransi.

Karena itu, POLA meminta aparat keamanan melakukan pengawasan selama kegiatan berlangsung guna mengantisipasi hal-hal yang berpotensi memicu gesekan sosial.

“Jika kegiatan tetap berlangsung, POLA meminta aparat keamanan melakukan pengawasan agar seluruh materi ceramah tetap menjunjung nilai toleransi,” katanya.

Puboksa juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial, terutama isu yang belum tentu benar dan berpotensi memicu perpecahan.

Menurutnya, menjaga kedamaian Sulawesi Utara bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Jangan sampai perbedaan pandangan justru merusak persaudaraan yang selama ini terjaga baik di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Sebagai langkah memperkuat semangat kebangsaan dan toleransi, POLA juga berencana menggelar Seminar Kebangsaan bertema Bhinneka Tunggal Ika.

Kegiatan tersebut nantinya akan melibatkan berbagai unsur lintas agama dan budaya sebagai upaya mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Utara.(*)

Tombol Google News

Tags:

Ustad Abdul Somad Puboksa Hutahaean Ketum Pola Ormas Pola Riswan Nento Ormas Isra Abdul Somad UAS Pola Bitung Sulawesi Utara Bitung Toleransi Kerukunan Umat Berita Sulawesi Utara Info Sulawesi Utara