KETIK, MALANG – Ratusan motor antik dari berbagai daerah datang ke Kota Malang untuk mengikuti Jawara International Classic Bike Rally 2026. Mereka akan diberangkatkan secara serentak dari Balai Kota Malang pada Jumat, 15 Mei 2026 pagi.
Sebelum diberangkatkan, para peserta terlebih dahulu menjalani pengecekan kondisi (scrutineering) di Graha Wisma Tumapel, Kamis 14 Mei 2026. Pengecekan meliputi kondisi sepeda motor hingga kesehatan seluruh pengendara.
Ketua Pelaksana, Fanny Nurisma, mengatakan, Jawara International Classic Bike Rally 2026 merupakan kegiatan yang digagas oleh Motor Antique Club Indonesia (MACI).
"Jawara itu merupakan singkatan dari Jelajah Warisan Nusantara, dan besok kami akan berangkat dari Kota Malang dan finish di Benteng Vastenburg yang ada di Solo sejauh 458 kilometer. Perjalanan melintasi Jalur Lintas Selatan dan memakan waktu dua hari satu malam," jelasnya kepada Ketik.com, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, ada sebanyak 500 motor antik yang berpartisipasi dalam kegiatan Jawara International Classic Bike Rally 2026 tersebut. Tidak hanya motor Eropa dan Amerika seperti Norton, AJS, BMW maupun Harley Davidson saja yang ikut melainkan juga motor dari Jepang seperti Yamaha XS 650 maupun Meguro.
"Jadi, ada motor Eropa, Amerika dan Jepang tetapi non scooter. Untuk motornya sendiri, yang termuda buatan tahun 1976 dan yang tertua tahun 1927," terangnya.
Selain itu, para peserta ini datang dari berbagai daerah termasuk dari luar negeri. Bahkan, peserta dari luar negeri ini juga membawa sendiri unit motornya secara langsung.
"Ini merupakan kegiatan perdana yang kami gelar dan juga melibatkan klub selain MACI dan juga perorangan. Peserta yang paling jauh datang dari Medan dan Kalimantan dan karena ini event international maka ada peserta yang datang dari Malaysia serta Australia," bebernya.
Ia mengungkapkan, Jawara International Classic Bike Rally akan menjadi agenda rutin MACI dan rencananya digelar tiap empat tahun sekali. Dalam gelaran perdana ini, memang pihaknya sengaja memilih Kota Malang sebagai titik awal.
"Kenapa kami memilih Kota Malang sebagai titik start, karena di sini banyak cagar budaya salah satunya adalah Balai Kota Malang. Di sisi lain, kami juga ingin memperkenalkan ke masyarakat khususnya pecinta motor antik bahwa Malang ini begitu indah," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu peserta Dian Kurniawan asal Kendal, Jawa Tengah mengikuti gelaran Jawara International Classic Bike Rally 2026 dengan mengendarai motor Norton buatan tahun 1956.
"Ini saya berkendara langsung dari Kendal ke Kota Malang, mengendarai motor Norton 500 cc buatan tahun 1956. Alhamdulillah, motor dalam kondisi prima dan tanpa kendala dan siap mengikuti kegiatan ini," jelasnya.
Dian mengaku turing mengendarai motor antik memiliki sensasi berbeda. Selain bisa menikmati keindahan daerah, suara mesinnya yang berirama menjadi suatu kesenangan tersendiri.
"Turing naik motor antik itu nikmat, apalagi kalau mendengar suara mesinnya yang enak didengar. Bahkan dengan motor Norton ini, saya pernah turing hingga Flores dan Sabang," tandasnya. (*)
