KETIK, SORONG – Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Imeko Provinsi Papua Barat Daya (Forkom Imeko), Feri Onim kembali menyoroti dan mempertanyakan kedatangan 55 Ekskavator di Wilayah Adat Distrik Matemani Kabupaten Sorong Selatan.
Menurut Feri Onin, kedatangan 55 Ekskavator di Wilayah Adat Matemani itu tidak diketahui dan tanpa kordinasi dengan masyarakat Adat setempat. Bahkan, diduga ada pihak tertentu yang memalsukan tanda tangan salah satu kepala suku di daerah itu.
Karenanya, pihak Forkom Imeko meminta kepada Bupati Sorong Selatan agar memfasilitasi pihak perusahaan dan masyarakat adat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Supaya masalah itu tidak berlarut-larut, kami minta agar Bupati Sorong Selatan turun tangan memfasilitasi pihak perusahaan dan masyarakat adat supaya persoalan ini dibuka secara terang benderang," ujar Feri Onim, Kamis, 7 Mei 2026
Dia menjelaskan, bahkan kepala suku Imeko yang merupakan Wakil Bupati Sorong Selatan saat ini juga tidak mengetahui soal kedatangan 55 Ekskavator itu.
"Jadi sekali lagi, kami minta kepada Bupati supaya bisa memfasilitasi pihak PT. Harmoni Agri Mandiri dengan masyarakat Adat, biar kita buka bersama, sampai mana batas wilayah perusahaan dengan tanah adat masyarakat, itu saja yang kami minta dibuka," ungkapnya.
Feri Onim menegaskan, jika Bupati Sorong Selatan merasa tidak ada masalah dengan kehadiran 55 Ekskavator tersebut lalu mengapa hingga kini Bupati sendiri belum buka suara.
"Kami ingin menjelaskan kepada Bupati agar bliau paham, itulah sebabnya kami mendesak agar Bupati dapat memfasilitasi kami dengan pihak perusahaan," ujarnya.
Desakan Forkom Imeko tersebut didasari atas dugaan kehadiran 55 alat berat jenis Ekskavator yang digunakan untuk pembersihan lahan penamaan sawit di Kabupaten Sorong Selatan. (*)
