KETIK, SORONG – Pemprov Papua Barat Daya diketahui menyiapkan bantuan anggaran kepada 229 calon jemaah haji asal Papua Barat Daya sebesar Rp1,5 Miliar.
Bantuan tersebut disampaikan secara langsung oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau saat melakukan pertemuan dengan pengurus haji daerah di Cafe Layar Gading Kota Sorong, Sabtu 2 Mei 2026.
Dalam pertemuan itu terdapat sejumlah agenda yang dibahas termasuk bantuan dana haji yang disiapkan oleh Pemprov kepada calon jamah haji asal Papua Barat Daya senilai Rp1,5 Miliar.
Diketahui bantuan tersebut diperuntukkan untuk calon jemaah haji namun terdapat sejumlah kejanggalan dalam pembagian dana itu.
Menanggapi hal tersebut, intelektual muslim Papua Fahmi Macap meminta transparansi dari Pemprov terkait kejanggalan tersebut.
"Jika kita kalkulasi secara keseluruhan bantuan dana dari Pemprov itu sekitar Rp1 Miliar masih tersisa, nah sisa dana itu dikemanakan," ujar Fahmi Macap, Senin 4, Mei 2026.
Para calon jemaah haji hanya diberikan 2 Juta Rupiah per orang dari total 229 jemaah. Jika ditotalkan dengan anggaran Rp1,5 Miliar maka mestinya setiap jemaah mendapatkan kisaran 8 Juta sekian per orang.
Intelektual muslim Papua itu mengaku kaget setelah mengetahui hasil rapat yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Ahmad Nausrau dengan pengurus haji daerah.
"Bagaimana bisa setiap calon jemaah haji hanya mendapatkan 2 Juta per orang, selanjutnya sisa dana itu dikemanakan, ini harus diperjelas", ungkap Fahmi Macap.
Dia menambahkan, kejanggalan itu tidak boleh dibiarkan, perlu ada penjelasan dari pihak terkait agar tidak menjadi fitnah sebab haji merupakan perjalanan spiritual, perjalanan suci yang tidak boleh ternodai.
Setelah mendapatkan info terkait kejanggalan tersebut, media ini langsung melakukan konfirmasi kepada Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau melalui pesan Whatsapp namun rupanya belum mendapatkan tanggapan dari Wakil Gubernur Papua Barat Daya. (*)
