Dukung Festival Egrang Tanoker, Pemkab Jember Dorong Pelestarian Budaya dan Pendidikan Karakter

9 Mei 2026 17:13 9 Mei 2026 17:13

Nur Fadli, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dukung Festival Egrang Tanoker, Pemkab Jember Dorong Pelestarian Budaya dan Pendidikan Karakter

Festival Egrang ke-14 yang digelar Komunitas Tanoker Ledokombo menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus pendidikan karakter bagi generasi muda di tengah perkembangan era digital. (Foto: Nur Fadli/Ketik.com)

KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan kebudayaan daerah melalui berbagai ruang kreatif masyarakat. Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat dalam peluncuran Festival Egrang ke-14 yang digelar Komunitas Tanoker Ledokombo di Pasar Lumpur, Kecamatan Ledokombo, Sabtu, 9 Mei 2026.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengatakan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik semata, tetapi juga dari kekuatan karakter dan budaya masyarakatnya.

“Karena kami meyakini bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya karakter dan budaya masyarakatnya,” kata Helmi.

Festival Egrang tahun ini terselenggara melalui kolaborasi Komunitas Tanoker Ledokombo dan Bank Indonesia Cabang Jember. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria.

Helmi menilai Festival Egrang memiliki nilai pendidikan karakter yang kuat bagi generasi muda. Menurutnya, permainan tradisional seperti egrang mampu mengajarkan disiplin, keberanian, kerja sama, hingga kreativitas kepada anak-anak.

Ia menyebut konsistensi penyelenggaraan Festival Egrang selama 14 tahun menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat dalam menjaga nilai budaya sekaligus mendidik generasi muda di tengah perubahan zaman.

“Tetap menyala melalui Festival Egrang. 14 tahun bukan perjalanan yang singkat. Ini adalah bukti ketekunan, cinta budaya, dan komitmen untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Helmi menegaskan festival tersebut bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan tradisi lokal agar tetap dikenal masyarakat luas.

Menurutnya, budaya lokal harus terus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman dan arus globalisasi yang semakin cepat.

Di sisi lain, Helmi berharap perkembangan teknologi digital justru dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke tingkat yang lebih luas. Ia mendorong pemanfaatan media digital dan konten kreatif untuk mempromosikan budaya lokal, termasuk Festival Egrang.

“Kami juga berharap dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital, budaya-budaya lokal Indonesia dapat semakin dikenal melalui media digital, konten kreatif, forum edukasi, hingga promosi internasional berbasis teknologi,” tuturnya.

Helmi berharap Festival Egrang mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tetap mencintai budaya lokal sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital. (*)

Tombol Google News

Tags:

Festival Egrang Jember Festival Egrang 2026 Tanoker Ledokombo Budaya Lokal Jember Akhmad Helmi Luqman Pendidikan Karakter Anak Budaya Digital Indonesia