Ning Ita Edukasi Pelajar Mojokerto soal Pola Makan Sehat B2SA untuk Siapkan Generasi Emas

13 Mei 2026 22:00 13 Mei 2026 22:00

Sholahudin, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ning Ita Edukasi Pelajar Mojokerto soal Pola Makan Sehat B2SA untuk Siapkan Generasi Emas

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran OPD terkait saat melakukan sosialisasi sosialisasi B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman) yang digelar di SMP Negeri 1 Mojokerto. (Foto: Sholahudin/ ketik.com)

KETIK, MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat edukasi pola konsumsi sehat bagi pelajar melalui sosialisasi B2SA atau Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman yang digelar di SMP Negeri 1 Mojokerto dan SMP Negeri 5 Mojokerto, Selasa, 12 Mei 2026.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari hadir langsung dalam kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya memilih makanan sehat sebagai bagian dari upaya mencetak generasi emas Kota Mojokerto.

Dalam sosialisasi itu, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menjelaskan bahwa konsep B2SA menjadi dasar penting dalam membangun pola makan sehat sejak usia sekolah.

“Apa itu B2SA? Jadi makanan yang kalian makan itu pertama harus beragam, kedua harus bergizi seimbang, dan ketiga harus aman,” jelas Ning Ita di hadapan para pelajar.

Ia mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto pada dasarnya telah memenuhi prinsip B2SA karena setiap dapur SPPG didampingi tenaga ahli gizi.

Meski demikian, Ning Ita menekankan bahwa siswa tetap harus memahami pentingnya memilih makanan sehat dalam kehidupan sehari-hari karena kebutuhan konsumsi tidak hanya berasal dari program MBG.

“Yang kalian makan setiap hari kan tidak hanya MBG. Kalian masih dapat uang saku dari orang tua dan masih jajan. Nah, uang jajan itu pilihlah makanan yang memenuhi kategori B2SA,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan siswa agar lebih bijak saat membeli jajanan di lingkungan sekolah maupun pedagang kaki lima. Menurutnya, pemerintah tidak melarang anak-anak untuk membeli jajanan, tetapi mereka harus mampu memilih makanan yang sehat dan aman dikonsumsi.

“Memang uang jajannya boleh dibelikan makanan apa saja, tapi tolong pilihlah makanan yang sehat. Karena kesehatan kalian dan kecerdasan berpikir kalian sangat ditentukan oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh kalian,” tegasnya.

Ning Ita menjelaskan, konsumsi makanan yang mengandung gula berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan dan memengaruhi konsentrasi belajar siswa. Ia menilai masa remaja menjadi fase penting pertumbuhan tubuh sehingga membutuhkan asupan gizi yang lengkap dan seimbang.

Menurutnya, pelajar harus memenuhi kebutuhan nutrisi mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hingga serat agar pertumbuhan organ tubuh berjalan optimal.

“Jangan isinya hanya karbohidrat dan protein saja, tapi juga harus ada lemak, vitamin, mineral, dan serat. Semua itu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kalian,” katanya.

Selain memberikan edukasi soal pola makan sehat, Ning Ita juga memotivasi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik seperti olahraga dan seni.

Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap kesehatan dan pendidikan pelajar merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di Kota Mojokerto.

“Kalau belum punya prestasi akademik, jangan berkecil hati. Gali potensi kalian di luar akademik. Yang penting ditekuni dengan konsisten dan terus-menerus,” pesannya.

Melalui sosialisasi B2SA yang dilaksanakan serentak di dua sekolah tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto berharap kesadaran pelajar terhadap pentingnya pola makan sehat semakin meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kota Mojokerto dikbud kota mojokerto Ning Ita B2sa Kota Mojokerto Makan bergizi gratis Cak Sandi