Tong Tong Night Market Dinilai Ampuh Gaet Wisatawan dan Mendongkrak Okupansi Hotel di Malang

30 Juli 2026 21:30 30 Jul 2026 21:30

Nurul Aliyah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tong Tong Night Market Dinilai Ampuh Gaet Wisatawan dan Mendongkrak Okupansi Hotel di Malang

Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki menilai Tong Tong Night Market bisa mendatangkan revenue, wisatawan, dan meningkatkan ekonomi UMKM. (Foto: Faiz/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang menilai acara Tong Tong Night Market yang digelar oleh The Shalimar Boutique Hotel Malang berhasil menarik banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Acara ini dinilai efektif memperkenalkan budaya Malang sekaligus meningkatkan revenue (pendapatan) dan okupansi hotel.

Berjalan selama satu dekade, Tong Tong Night Market telah menjadi agenda hotel di Malang yang masuk dalam kalender acara nasional. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini menyajikan beragam aktivitas, hiburan rakyat, hingga kuliner tempo dulu. 

Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar ajang bazar kuliner milik The Shalimar Boutique Hotel Malang, melainkan kegiatan yang mampu mendatangkan banyak wisatawan dan menggerakkan roda ekonomi. Pasalnya, pada Tong Tong Night Market terdapat puluhan stan UMKM lokal yang menjajakan sajian kuliner hingga suvenir kreasi tangan.

"Ini adalah salah satu kegiatan yang mendatangkan wisatawan juga, juga menggerakkan ekonomi karena ini banyak pesertanya, banyak dari UMKM, banyak dari komunitas, di samping memperkenalkan produk, juga mereka menghasilkan penghasilan," ujarnya.

Menurutnya, acara seperti Tong Tong Night Market juga bisa digelar oleh hotel-hotel lain di Kota Malang dengan konsep dan karakter yang berbeda. Melalui acara seperti ini, Agoes Basoeki menyebutkan bahwa hotel dapat meningkatkan pendapatan, menarik wisatawan, sekaligus memperkenalkan produk mereka.

"Ada Hotel Trio Indah 2 itu punya, kemudian Hotel Whiz Prime juga punya, kemudian hotel Swiss-Belinn juga punya, sekarang Taman Indie juga punya, di mana mereka bisa mengemas untuk kreatif, itu mereka bisa mendatangkan revenue, wisatawan, dan memperkenalkan produk," ucap Agoes Basoeki.

Kehadiran acara tematik seperti Tong Tong Night Market saat ini memang menjadi magnet bagi para wisatawan. Tidak hanya wisatawan domestik, turis mancanegara pun turut hadir untuk mengenal lebih dekat kebudayaan Malang.

Agoes Basoeki juga mengungkapkan bahwa para wisatawan mancanegara sangat menyukai acara Tong Tong Night Market. Banyak dari mereka yang mengunjungi acara ini pada malam hari untuk menyaksikan pertunjukan tari tradisional.

"Okupansi meningkat, kunjungan wisata sama (meningkat), memperkenalkan potensi yang ada di Kota Malang. Kalau dari tamu, kan ini juga ada dari mancanegara. Mereka senang melihat oh Indonesia ternyata kayak gini," ungkapnya.

Tong Tong Night Market memang dirancang untuk memperkenalkan budaya dan sejarah Kota Malang kepada para tamu. Acara ini terinspirasi dari Tong Tong Fair di Belanda, yaitu festival tahunan terbesar dan tertua yang digelar di sana untuk memperkenalkan keragaman budaya Indo-European.

Sementara itu, Agoes Basoeki menuturkan bahwa acara budaya seperti Tong Tong Night Market terbukti mendongkrak okupansi hotel. Banyak tamu yang menyukai kegiatan kebudayaan Malang. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi Kota Malang yang mampu memikat wisatawan.

Melalui gelaran acara besar seperti Tong Tong Night Market, PHRI Kota Malang terus mendukung kreativitas para pengelola hotel maupun restoran di Kota Malang untuk menyajikan produk dengan inovasi-inovasi baru. (*)

Tombol Google News

Tags:

PHRI Kota Malang Hotel Malang Kota Malang Tong-Tong Night Market agoes basoeki