KETIK, MALANG – Genap satu dekade, Tong Tong Night Market kembali hadir sebagai salah satu festival budaya dan kuliner terbesar di Kota Malang yang diselenggarakan oleh The Shalimar Boutique Hotel Malang dan akan berlangsung sejak tanggal 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Taman Tjerme.
Pada tahun ini, festival megah ini mengusung tema " Harmoni Rasa, Cipta, dan Karya".
Dalam empat hari penyelenggaraan, pengunjung akan diajak menikmati perpaduan antara kekayaan kuliner Nusantara, seni budaya, kreativitas komunitas, hingga pengalaman hiburan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Tong Tong Night Market tercipta sebagai bentuk apresiasi pada sejarah dan keberagaman budaya yang menjadi warna dan identitas Kota Malang.
Festival ini lahir dari inspirasi pada kegiatan Tong Tong Fair di Belanda yang telah berlangsung sejak tahun 1959 dan terus berkembang menjadi ruang bertemunya budaya, kuliner, komunitas, dan industri kreatif dalam satu perayaan yang dinantikan oleh masyarakat setiap tahunnya.
Satu dekade menjadi momentum yang spesial dan penting bagi Tong Tong Night Market dalam menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna. Tahun ini, tema Punakawan dipilih untuk merepresentasikan filosofi kehidupan yang sederhana namun penuh kebijaksanaan.
Tong Tong Night Market kembali hadir dengan konsep lebih segar dan megah pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026. (Foto: The Shalimar Boutique Hotel Malang)
Melalui karakter-karakter Punakawan, penyelenggara ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa festival tidak hanya menyuguhkan sekadar hiburan, tetapi dapat menjadi ruang belajar, berbagi, serta menyatukan kembali masyarakat melalui budaya dan kreativitas.
Dengan beragam program memadukan tradisi dengan gaya hidup modern, Tong Tong Night Market telah menjadi salah satu event yang masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Dalam festival bertajuk budaya ini, pengunjung dapat menikmati puluhan pilihan kuliner, pertunjukan hiburan rakyat, partisipasi komunitas, bazar UMKM, hingga berbagai workshop kreatif dengan mengangkat budaya lokal, mulai dari melukis Punakawan, menganyam, mewarnai topeng Malangan, melukis menggunakan kopi, membuat macrame dari kain daur ulang, hingga mewarnai batik.
Berbeda dari tahun sebelumnya, kini Tong Tong Night Market menghadirkan inovasi baru melalui KulinerRUN 2026, kegiatan fun run sejauh lima kilometer yang memadukan olahraga, wisata kuliner, dan suasana festival.
Saat ini, gaya hidup sehat memang tengah menjadi tren positif di Kota Malang. Kehadiran program KulinerRUN 2026 menjadi bentuk adaptasi dari tren gaya hidup sehat sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi komunitas lari, keluarga muda, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Pada festival sebelumnya, Tong Tong Night Market berhasil menghadirkan lebih dari 20.000 pengunjung dengan melibatkan lebih dari 50 tenant, lebih dari 25 komunitas dan pengisi acara, serta tercatat lebih dari 50.000 transaksi yang menggunakan mata uang khas festival, yakni Gulden. Capaian tersebut mendorong untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan setiap tahunnya.
Ketua Tong Tong Night Market 2026, Kartika Candra Hapsari, mengungkapkan bahwa satu dekade perjalanan festival ini adalah bukti bahwa budaya dapat terus hidup ketika mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Menurutnya, festival ini bukan hanya memberi hiburan bagi masyarakat Malang, tetapi menjadi momen yang meninggalkan cerita, menghidupkan budaya, dan berdampak positif bagi pariwisata dan ekonomi daerah.
"Tong Tong Night Market bukan sekadar festival kuliner, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan budaya, kreativitas, komunitas, pelaku UMKM, hingga masyarakat dalam satu pengalaman yang hangat dan bermakna. Memasuki penyelenggaraan ke-10, kami ingin menghadirkan sebuah festival yang bukan hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan cerita, menghidupkan budaya, serta memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Malang," ujarnya.
Sementara itu, tema "Harmoni Rasa, Cipta dan Karya" dipilih karena mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan utama Tong Tong Night Market selama satu dekade terakhir. Tema tersebut juga memiliki makna mendalam yang dapat merepresentasikan festival budaya terbesar di Kota Malang ini.
"Kami percaya bahwa rasa bukan hanya hadir dalam makanan, tetapi juga dalam setiap interaksi antarmanusia. Cipta lahir dari kreativitas para seniman, komunitas, dan pelaku UMKM, sementara karya adalah hasil kolaborasi seluruh pihak yang bersama-sama membangun Tong Tong Night Market hingga menjadi festival yang dikenal luas seperti sekarang," jelas Kartika
Tong Tong Night Market 2026 akan berlangsung pada tanggal 30 dan 31 Juli 2026 sejak pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, serta 1 dan 2 Agustus 2026 mulai pukul 12.00 hungga 22.00 WIB yang bertempat di Taman Tjerme, The Shalimar Boutique Hotel Malang, Jalan Cerme No. 16, Malang.
Malalui semangat Harmoni Rasa, Cipta, dan Karya, Tong Tong Night Market diharapkan dapat terus kembali menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat untuk menikmati kekayaan kuliner, budaya, seni, serta kreativitas Indonesia dalam suasana yang hangat, inklusif, dan penuh makna.(*)
