Pakar Ekonomi UIN Malang: Investasi Hotel Dongkrak Ekonomi Daerah, Tata Ruang Harus Diperhatikan

8 Mei 2026 20:35 8 Mei 2026 20:35

Nurul Aliyah, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pakar Ekonomi UIN Malang: Investasi Hotel Dongkrak Ekonomi Daerah, Tata Ruang Harus Diperhatikan

Prof. H. Slamet, S.E., M.M., Ph.D., Ketua Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah UIN Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pakar ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. H. Slamet, S.E., M.M., Ph.D., menilai Kota Malang yang disebut sebagai kota pendidikan tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, kebutuhan hunian juga semakin meningkat.

Hal ini dikarenakan Kota Malang selain dikenal dengan kota pendidikan karena memiliki banyak perguruan tinggi, juga populer dengan spot-spot ikonik yang menarik minat para wisatawan.

Selain itu, keberadaannya yang berdekatan dengan Kota Batu juga memberikan peningkatan signifikan pada tingkat hunian di kota pelajar. Sehingga, kebutuhan hotel menjadi salah satu yang harus dipenuhi

"Malang sebagai kota pendidikan. Jadi Malang itu sebenarnya maju karena kota pendidikan, itu yang pertama. Maka itu berdampak kepada ekonomi kota Malang kalau ada pendidikan seperti kampus ini, itu akan muncul kebutuhan kos makan, kebutuhan sehari-hari, transportasi dan seterusnya termasuk juga kebutuhan yang berkaitan dengan itu, kebutuhan mahasiswa," ujar Prof. H. Slamet, S.E., M.M., Ph.D.

Sehingga, menurutnya investasi hotel juga akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi di Kota Malang, namun harus dilihat pada tata ruang kota. 

Tentunya dengan tata ruang kota, semua pihak akan merasakan nyaman, aman, produktif, dan berkelanjutan. Tentunya tata ruang ini mengatur mulai dari industri, pemukiman, dan jaringan infrastruktur.

"Kalau dengan hotel, Malang itu selain kota pendidikan juga wisata. Meskipun Malang sesungguhnya bukan kota wisata, yang wisata kan Batu, tapi dampak dari Batu kan ke Malang. Terus ditunjang dengan namanya bandara, transportasi Malang kalau saya amati, penerbangan relatif tetap ya, frekuensinya kita lihat ," tutur Prof. Slamet.

Kehadiran banyak hotel tak hanya dirasa memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi di Kota Malang, tetapi juga pada destinasi kuliner dan UMKM lokal yang ikut mengalami kenaikan. Menurut Prof. Slamet sendiri Kota Malang harus menyediakan hotel sesuai dengan segmen.

"Orang datang ke sini meskipun nanti hotel juga dapat pendapatan, efeknya juga dengan kuliner-kuliner, UMKM-UMKM, termasuk sekarang dipicu di Malioboronya Malang itu di Jalan Basuki Rahmat (Kampung Heritage Kayutangan) itu kan juga sebagai ikonnya kota Malang. Jadi Batu itu nanti kalau tidak cukup mesti turunnya ke Malang," ungkap guru besar bidang ekonomi syariah UIN Malang tersebut.

Ia mengungkapkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) memiliki peran untuk menghitung banyaknya wisatawan datang ke Kota Malang atau mengukur tingkat penuhnya kamar hotel pada low season dan high season. Menurutnya, pemerintah kota harus survei pada setiap hotel untuk menentukan kebutuhan kamar hotel tinggi atau kurang.

Prof. Slamet menegaskan tata ruang harus ada untuk mengetahui apakah hotel akan bisa meningkatkan ekonomi daerah. Terlebih, kawasan kampus juga menjadi lokasi yang strategis untuk membangun hotel dan sangat menguntungkan bagi para investor.

"Kemungkinan mereka ya bagi yang invest di situ menguntungkan, karena itu sangat strategis kalau saya lihat. Saya lihat strategis sekali, artinya kulinernya dekat, terus dengan kampusnya dekat, kalau ada orang urusan kampus-kampus," ungkapnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Pakar Ekonomi Malang UIN Malang Investasi Hotel Malang Hotel Malang Kota Malang Ekonomi Syariah Kampus Malang