KETIK, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 hingga 17 April menunjukkan kinerja yang mulai bergerak, meski masih berada pada tahap awal tahun anggaran.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, mengatakan bahwa realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp716,49 miliar atau sekitar 25,85 persen dari total target sebesar Rp2,77 triliun.
“Per 17 April 2026, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Lebak tercatat sebesar Rp716,49 miliar atau 25,85 persen dari target Rp2,77 triliun. Capaian ini masih dalam koridor wajar menjadi diatas target triwulan l (15 persen sampai dengan 20 persen),” ujar Halson kepada wartawan, Jumat 17 April 2026.
Ia menjelaskan, kontribusi terbesar pendapatan masih didominasi oleh pendapatan transfer dari pemerintah pusat yang telah terealisasi Rp586,59 miliar atau 26,05 persen dari pagu.
Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai Rp129,89 miliar atau 24,95 persen.
“Pendapatan transfer masih menjadi penopang utama dengan realisasi di atas Rp586 miliar. Untuk PAD, kami optimistis akan terus meningkat seiring dengan optimalisasi pemungutan pajak daerah dan retribusi di bulan-bulan berikutnya,” katanya.
Di sisi belanja, realisasi masih relatif rendah. Dari total anggaran belanja daerah sebesar Rp2,82 triliun, baru terealisasi Rp498,10 miliar atau 17,64 persen.
“Belanja daerah sampai saat ini baru terserap sekitar 17,64 persen. Ini hal yang lazim di awal tahun karena sebagian besar kegiatan fisik dan pengadaan masih dalam proses administrasi dan lelang,” jelasnya.
Belanja operasi menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp468,07 miliar atau 20,74 persen. Sementara belanja modal yang berkaitan dengan pembangunan fisik baru terserap Rp17,37 miliar atau 16,79 persen.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Lebak akan terus mendorong percepatan realisasi baik dari sisi pendapatan maupun belanja agar target pembangunan dapat tercapai secara optimal.
“Kami terus mendorong percepatan serapan anggaran, khususnya belanja modal, agar dampaknya segera dirasakan masyarakat. Di sisi lain, intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan juga terus kami lakukan,” pungkasnya.(*)
