KETIK, JAKARTA – Pedro Acosta meluapkan kekesalannya setelah balapan MotoGP Catalunya yang penuh insiden dan dua red flag. Rider KTM itu menilai keputusan Race Direction untuk tetap melakukan start ketiga terlalu berisiko setelah banyak rider mengalami crash serius.
Dilansir dari Motosan, Acosta merasa keselamatan rider seharusnya lebih penting dibanding mempertahankan jalannya show balapan.
“Tidak perlu sampai ada insiden yang lebih parah lagi,” ujar Acosta.
Pebalap asal Spanyol itu sendiri terlibat dalam salah satu insiden besar di Catalunya setelah motor KTM miliknya mengalami masalah teknis di lintasan lurus. Situasi tersebut kemudian memicu crash besar yang juga melibatkan Alex Marquez.
“Aku mengalami masalah elektronik. Motor tiba-tiba kehilangan tenaga dan aku tidak punya waktu untuk menyingkir,” katanya
Acosta mengaku sangat terpukul karena Alex Marquez menjadi rider yang paling terkena dampak dari insiden tersebut. Ia juga langsung mengirim dukungan untuk Alex dan Johann Zarco yang sama-sama mengalami kecelakaan cukup keras di Montmelo.
“Aku cuma berharap Alex dan Zarco baik-baik saja,” lanjutnya.
Namun bagian paling keras dari komentar Acosta muncul saat membahas keputusan restart ketiga. Menurutnya, MotoGP terlalu memaksakan balapan tetap berjalan meski situasi sudah sangat berbahaya.
“Show memang harus terus berjalan, tapi kadang orang lupa kalau kami yang membuat show itu,” kata Acosta.
Rider KTM itu juga menyebut start ketiga seperti “menantang nasib”, apalagi setelah dua kecelakaan besar sebelumnya sudah membuat beberapa rider harus dibawa ke rumah sakit.
“Kalau sudah dua kali terjadi hal seperti itu, ya tidak perlu dicoba lagi untuk ketiga kalinya,” ujar Acosta lagi.
Selain mengkritik Race Direction, Acosta juga sempat menyinggung masalah teknis KTM yang menurutnya sudah lama belum mendapat penjelasan jelas.
“Aku sudah lama meminta penjelasan soal banyak hal, tapi selama tiga tahun belum pernah mendapat jawaban,” tutup Acosta. (*)
