KETIK, JAKARTA – Fermin Aldeguer mengaku tidak menyangka bisa membawa pulang podium dari MotoGP Catalunya setelah menjalani balapan penuh chaos di Montmelo. Rider Gresini Ducati itu berhasil finis di barisan depan usai melewati race yang diwarnai red flag, crash besar, dan banyak drama.
Dilansir dari motosan.es, Aldeguer merasa hasil ini seperti hadiah setelah awal musim yang cukup sulit untuk dirinya.
“Jujur aku nggak menyangka. Hari ini terasa panjang dan berat banget,” ujar Aldeguer.
Pebalap muda asal Spanyol itu sebenarnya datang ke Catalunya dengan kepercayaan diri cukup baik. Ia merasa punya pace yang kompetitif sejak sesi latihan, tetapi posisi start yang buruk membuat peluang podium awalnya terlihat kecil.
“Aku sebenarnya sudah merasa nyaman sejak FP1, tapi banyak hal terjadi sepanjang akhir pekan,” katanya.
Aldeguer memulai balapan dari posisi ke-15 dan perlahan mulai merangsek ke depan sebelum balapan dihentikan karena red flag. Menurutnya, restart justru membantu dirinya lebih dekat dengan grup depan.
“Restart bikin aku bisa lebih dekat ke posisi atas,” lanjutnya.
Meski berhasil naik podium, Aldeguer mengaku suasana di garasi Gresini sepanjang balapan sebenarnya sangat tegang, terutama setelah insiden besar yang melibatkan Alex Marquez.
“Di dalam box suasananya benar-benar tegang. Hari ini terasa mengerikan,” kata Aldeguer lagi.
Rider rookie tersebut juga mengaku cukup terguncang melihat banyak crash besar sepanjang race. Ia menyebut situasi seperti itu sulit secara mental karena para rider harus terus naik motor lagi setelah balapan dihentikan berkali-kali.
“Waktu lihat rider lain jatuh, rasanya tubuh langsung ikut tegang,” ujarnya.
Meski begitu, Aldeguer tetap mencoba menikmati hasil terbaiknya musim ini. Ia merasa podium di Catalunya bisa menjadi titik balik penting untuk membangun kepercayaan dirinya di sisa musim MotoGP 2026.
“Ini jadi motivasi tambahan buat terus berkembang,” tutup Aldeguer. (*)
