KETIK, MALANG – Wisata Bromo semakin diminati oleh pengunjung domestik dan luar negeri. Hal tersebut menjadi kabar bagus bagi kondisi pariwisata dan peluang besar terhadap perekonomian di Jawa Timur.
Pada libur panjang Waisak khususnya Minggu 11 Mei 2025 jumlah kunjungan ke Bromo mencapai 4.752 orang untuk menikmati sunrise, dan 4.600 orang pada kunjungan siang.
"Dalam hari kedua libur panjang Sabtu, Minggu dan cuti bersama Waisak, animo masyarakat berkunjung ke Bromo Tengger Semeru ternyata cukup besar," ujar Septi Eka Wardhani Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dwi Budi Santoso menjelaskan pengembangan pariwisata harus melihat karakteristik wilayah. Apabila suatu daerah telah memiliki fondasi yang kuat dalam sektor pariwisata maka fokus dialihkan pada peningkatan daya tarik dan layanan pendukung.
Menurutnya beberapa indikator untuk mengukur kinerja sektor pariwisata, yakni kontribusi sektor akomodasi, transportasi, serta makanan dan minuman terhadap PDRB. Persentase kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara pun harus diperhatikan.
“Dari beberapa indeks tersebut, persentase kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara menjadi indikator bahwa sektor pariwisata di Jawa Timur memiliki daya saing yang baik,” jelasnya Senin 12 Mei 2025.
Sektor pariwisata dapat menjadi upaya memajukan perekonomian. Terdapat efek multiplier yang dihasilkan dari sektor ini, mulai dari lapangan kerja, pemanfaatan sumber daya, hingga mendorong arus perdagangan dan investasi.
"Setiap pengeluaran di sektor pariwisata bisa memicu efek domino yang merangsang permintaan di sektor lain. Dampaknya pada peningkatan pendapatan regional. Secara teoritis ini, kita buat direct effect dari pariwisata itu sebetulnya pada transportasi, hotel, makanan, dan tenaga kerja” ujarnya.
Dalam merealisasikannya, pemerintah harus fokus mendorong steady state, titik optimal perekonomian daerah di mana fluktuasi ekonomi akan berputar di sekitarnya secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Salah satu caranya ialah dengan meningkatkan efisiensi investasi.
"Biaya investasi harus diturunkan seminimal mungkin dengan menyederhanakan regulasi, perbaikan struktur, hingga iklim usaha yang kondusif," tutupnya. (*)
Wisata Bromo Terus Diminati, Jadi Peluang Peningkatan Perekonomian Jawa Timur
12 Mei 2025 17:00 12 Mei 2025 17:00
Wisata Bromo yang terus diminati. (Foto: bromotenggersemeru.org)
Trend Terkini
16 Maret 2026 22:35
Gas LPG 3 Kg Masih Langka di Pacitan, Pangkalan Diduga Lebih Pilih Dahulukan Pengecer
21 Maret 2026 08:00
Tak Melulu Nasi Pecel, Ini 5 Kuliner Legendaris di Madiun yang Wajib Dicoba Saat Libur Lebaran
18 Maret 2026 14:23
Pertamina Klaim Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Bukan Karena Pasokan, Ini Biangnya
21 Maret 2026 15:52
Jadwal Lengkap MotoGP GP Brasil! Kembali Setelah Dua Dekade
20 Maret 2026 11:03
[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H
Tags:
Wisata Bromo TNBTS Pariwisata Jatim Jawa timur Perekonomian JatimBaca Juga:
Malam Idulfitri, Anak-Anak di Pacitan Takbir Keliling Bawa OborBaca Juga:
PD Muhammadiyah Kota Madiun Adakan Salat Ied Hari Ini, Berikut Daftar Lokasinya!Baca Juga:
Jelang Lebaran, Pasar Besar Kota Madiun Dipadati PengunjungBaca Juga:
Ramadan Penuh Berkah, DPD PSI Kabupaten Madiun Tebar 1.000 Takjil Untuk MasyarakatBaca Juga:
Lebaran 1447 H! Sambut Pemudik, PDI Perjuangan Kota Madiun Dirikan Posko Gotong RoyongBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
23 Maret 2026 11:00
Hari Museum Nasional Ditetapkan di Malang, Ini Deretan Museum di Kota Malang yang Wajib Dikunjungi!
22 Maret 2026 20:01
Hanya 551 Penerima, Anggaran Beasiswa Kota Malang Dipangkas Jadi Rp6,3 Miliar di 2026
22 Maret 2026 18:52
Target Herd Immunity Tercapai, Dinkes Kota Malang Optimis Tekan Transmisi Campak
22 Maret 2026 11:47
Euforia Lebaran Bisa Picu Gangguan Lambung, Ini Imbauan Dinkes Kota Malang
19 Maret 2026 08:15
Lebaran Anti Macet! Manfaatkan Pantauan Arus Lalu Lintas Lewat Link CCTV Ini
