Transformasi Pola Pikir: Romli Sumenep Dorong Lulusan Teknik UTM Jadi Motor Ekonomi Kreatif

1 April 2026 15:38 1 Apr 2026 15:38

Thumbnail Transformasi Pola Pikir: Romli Sumenep Dorong Lulusan Teknik UTM Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Suasana pembekalan yudisium Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura (UTM). (Foto: Fery Purnomo/Ketik.com)

KETIK, SUMENEP – Menjelang momen kelulusan, suasana di Gedung Pertemuan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendadak "panas" oleh suntikan motivasi. Bukan soal teori bangku kuliah, melainkan tantangan nyata menghadapi kerasnya dunia kerja.

Tokoh muda asal Sumenep yang juga menjabat sebagai Komisaris sekaligus Plt Direktur Utama PT Sumekar, Muhammad Romli, hadir memberikan orasi yang cukup menohok bagi para calon wisudawan Fakultas Teknik, Rabu, 1 April 2026.

IPK Cuma Tiket Masuk, Bukan Jaminan Sukses

Romli mengingatkan bahwa angka-angka cantik di transkrip nilai (IPK) memang penting sebagai bukti kedisiplinan. Namun, ia menegaskan bahwa IPK bukanlah "kartu sakti" yang otomatis menjamin masa depan cerah di industri modern.

"Nilai IPK itu ibarat kunci pintu masuk saja. Tapi setelah pintunya terbuka dan Anda masuk ke dunia profesional, yang benar-benar dihitung adalah seberapa cepat Anda beradaptasi dan apakah Anda bisa memberikan solusi nyata atas masalah yang ada," tegas Romli di depan ratusan mahasiswa yang tampak antusias.

Ubah Mindset: Jangan Cuma Cari Kerja, Tapi Ciptakan Kerja!

Sebagai praktisi yang paham betul dinamika bisnis, Romli melihat adanya pergeseran besar. Ia tidak ingin lulusan teknik UTM hanya punya mentalitas sebagai pemburu kerja (job seeker). Sebaliknya, ia menantang mereka untuk berani terjun sebagai pencipta lapangan kerja (job creator).

Menurutnya, sektor ekonomi kreatif adalah lahan basah yang sangat luas untuk dieksplorasi oleh anak muda Madura. Ia menyoroti dua poin krusial:

  • Inovasi Berbasis Data: Memanfaatkan akses informasi yang melimpah untuk menciptakan terobosan yang punya nilai jual.

  • Logika Teknik untuk Efisiensi: Menggunakan pola pikir teknik tidak hanya untuk urusan mesin, tapi untuk menciptakan nilai tambah di berbagai lini bisnis.

Mentalitas 'Petarung' dan Visi Global

Menutup pesannya, Romli meminta para alumni untuk membuang jauh-jauh rasa rendah diri saat bersaing di kancah nasional maupun internasional. Menurutnya, kesiapan mental jauh lebih mahal daripada gelar akademik yang disandang.

"Jangan cuma terpaku pada impian diterima di perusahaan besar. Mulailah putar otak bagaimana ide-ide segar kalian bisa menjadi lapangan pekerjaan bagi orang lain. Itulah jati diri lulusan teknik yang punya visi masa depan," pungkasnya.

Momen yudisium kali ini pun berubah menjadi ajang 'revolusi mental'. Bagi para sarjana baru UTM, ini adalah starting line untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar lulusan biasa, melainkan penggerak ekonomi yang mandiri dan inovatif. (*)

Tombol Google News

Tags:

UTM Bangkalan Muhammad Romli Sumenep madura