Terlalu Lurus, Bung Karno Bikin Joke Sindir Bung Hatta Soal Cewek

Jurnalis: Muhammad Faizin
Editor: Marno

30 Sep 2023 08:25

Headline

Thumbnail Terlalu Lurus, Bung Karno Bikin Joke Sindir Bung Hatta Soal Cewek
Wakil Presiden Mohammad Hatta berfoto di hari pernikahannya dengan Siti Rahmiati atau Rahmi Rachim. (Otobiografi Mohammad Hatta "Untuk Negeriku: Menuju Gerbang Kemerdekaan")

KETIK, SURABAYA – Jelang pendaftaran pasangan bakal capres – cawapres pada Oktober mendatang, bursa nama calon wakil presiden terus bertaburan. Sebagai satu kesatuan, presiden dan wakil presiden yang terpilih dalam Pilpres 2024 nanti diharapkan benar-benar menjadi Dwi Tunggal dalam menjalankan amanat rakyat selama lima tahun ke depan. 

Terlepas dari dinamika kontestasi jelang Pilpres 2024 mendatang, negeri ini pernah memiliki pasangan presiden dan wakil presiden yang bersahabat kental namun kerap juga berkonflik. Mereka adalah Sukarno – Hatta, presiden dan wapres pertama Indonesia yang disatukan oleh keadaan. 

Sukarno dan Hatta mulai bersahabat jauh sebelum keduanya menjadi presiden dan wakil presiden. Keduanya pertama kali bertemu tahun 1932 saat ngopi-ngopi di Bandung. Saat itu, Sukarno baru keluar dari Penjara Sukamiskin, dan Bung Hatta baru tiba di tanah air setelah menamatkan studi doktoralnya di Belanda. 

Meski secara fisik baru bertemu, keduanya bisa dibilang sudah saling kenal sebagai sesama aktivis pergerakan kemerdekaan. Sejak masih kuliah di Belanda, Hatta rajin mengirimkan tulisan ke sejumlah koran cetak yang terbit di Tanah Air. Ini merupakan salah satu cara aktivis pada masa itu untuk memobilisasi massa. Begitu pula Sukarno yang rajin mengorganisir massa lewat pergerakan dan orasi. 

Baca Juga:
77 Tahun Silam, Tan Malaka Dieksekusi oleh Bangsa yang Kemerdekaannya Ia Perjuangkan

“Sukarno menceritakan pengalamannya (selama dipenjara di) Sukamiskin. Hari-hari kerjanya membuat terkekang. Pukul 17:00 ia boleh mandi, tidak boleh lebih dari 5 menit,” tulis Hatta dalam otobiografinya yang berjudul “Untuk Negeriku (2): Berjuang dan Dibuang”. Kala itu, mereka sedang membicarakan rencana koalisi antara Partindo dari Sukarno dan PNI yang dipimpin Hatta. 

Memoar yang edisi aslinya setebal 805 halaman itu diketik sendiri oleh Hatta. Ia menceritakan kisahnya dengan cukup runtut, sejak masa kecil hingga pengakuan kemerdekaan Indonesia yang dicapai dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Belanda tahun 1949. Namun, dari buku itu pula terlihat sosok Hatta yang amat serius. Nyaris tak ada cerita jenaka, romantis atau dramatis yang ia tulis dalam beratus-ratus halaman. 

Padahal, seperti diceritakannya kepada sejumlah orang dekatnya, ada dua momen dalam hidup Hatta yang paling berharga. Pertama, ketika kemerdekaan Indonesia tercapai secara de jure dan de facto tahun 1949. Kedua, ketika ia menikah pada November 1949. 

Sosok Hatta yang serius dan lurus, kerap kali menjadi bahan guyonan di kalangan para aktivis pro kemerdekaan pada masa itu. Salah satu yang kerap mengolok-olok Hatta adalah Sutan Sjahrir.

Baca Juga:
Sekjen Hasto Buka Konferda-Konfercab Serentak PDI Perjuangan Jatim 2025

Dalam salah satu surat yang dikirim untuk istrinya -Maria Johanna Duchateau,  Sjahrir melukiskan Hatta sebagai sosok yang terlalu serius dan tidak romantis kepada lawan jenis. Kala itu, Sjahrir memang sedang menjalin hubungan jarak jauh atau LDR dengan perempuan warga Belanda berdarah Prancis itu. 

Begitu kakunya Hatta terhadap lawan jenis, bahkan sampai ada sebuah anekdot atau joke yang cukup populer pada masa itu. Kisah fiktif itu dikarang oleh Sukarno untuk menggambarkan kepribadian putra Minangkabau ini.  

“Suatu sore, ada sebuah mobil sedang berjalan di daerah yang sepi. Di dalamnya hanya ada tiga orang. Sopir, Hatta dan seorang gadis yang cantik. Lalu ban mobil itu pecah. Sang sopir kemudian pergi untuk mencari bantuan. Hingga dua jam kemudian, saat sopir itu kembali, ternyata gadis cantik itu tertidur di pojok mobil. Sedangkan Hatta juga mendengkur di sudut yang lain,” cerita Sukarno kepada Cindy Adams, jurnalis asal Amerika Serikat yang menulis buku biografi yang berjudul “Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”. 

Sukarno menggambarkan sahabatnya itu sebagai “Jejaka Hatta yang memerah mukanya bila bertemu dengan seorang gadis. Ia tak pernah menari, tertawa atau menikmati kehidupan ini.”

Perbedaan karakter kedua pemimpin itu tergambar juga dari pernikahan masing-masing. Bung Hatta dikenal akan sumpahnya, yakni tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Dan akhirnya, ia baru menikah 18 November 1945 atau tiga bulan setelah proklamasi kemerdekaan.

Pernikahan Hatta itu terjadi melalui proses perjodohan yang cukup singkat. Hal ini berkat campur tangan Sukarno yang “menagih” janji Hatta untuk menikah setelah negeri tercintanya merdeka.

Hatta menikah di usia 43 tahun, dengan Rahim Rachim atau Siti Rahmiati Hatta yang saat itu berusia 19 tahun. Ini adalah pernikahan pertama dan satu-satunya bagi Hatta.

Ini kontras dengan Sukarno yang di tahun 1964 masih sempat menikah dengan gadis berusia 19 tahun, Yurike Sanger. Presiden berusia 63 tahun itu menjadikan pelajar Paskibraka ini sebagai istri ke delapan. Dan itu bukanlah pernikahan terakhir bang bung besar berjuluk Putra Sang Fajar. (*)

Baca Sebelumnya

13 Qori' asal Kabupaten-Pacitan Siap Memukau Ajang MTQ di Tingkat-Jatim

Baca Selanjutnya

PN Surabaya Hanya Punya Kuota 2 Perkara Prodeo dalam Setahun

Tags:

Mohammad Hatta Bung Hatta SUKARNO Bung Karno Rachmi Hatta Siti Rahmiati Sutan Sjahrir Syahrir proklamasi Sejarah Nasional Indonesia

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar