KETIK, NGANJUK – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Soekarno atau Bung Karno bukan milik satu partai politik, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia. Ini disampaikan Kepala Negara di sela kunjungannya menghadiri sejumlah kegiatan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Prabowo mengaku banyak mempelajari ajaran Bung Karno dan memahami pemikiran para pendiri bangsa. “Sebetulnya saya yang banyak belajar dari ajaran-ajarannya Bung Karno. Maaf, Bung Karno bukan milik satu partai, Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia,” ujarnya.
Selain Bung Karno, ia menyebut Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir juga sebagai tokoh bangsa yang menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.
Pada kesempatan sama, Prabowo juga menyampaikan bahwa bangsa ini menjadi negara kuat dan maju apabila mampu menghimpun kekuatan dari seluruh elemen bangsa.
Di sisi lain, Presiden turut menceritakan pengalamannya menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Fiji Sitiveni Ligamamada Rabuka di Istana Merdeka pada April tahun lalu. Pemimpin Fiji, kata dia, terharu atas sambutan yang diberikan Indonesia.
Menurut dia, sikap menghormati tamu dan menghargai semua pihak merupakan bagian dari budaya Indonesia dan ajaran yang diwariskan para tokoh bangsa.
“Itulah Indonesia, bahwa kita hormat ajaran kita, ajaran kiai-kiai kita, ajaran orang tua kita adalah hormat kepada orang tua, hormat kepada guru, hormat kepada tamu. Itu yang diajarkan kepada kita, itulah budaya Indonesia,” kata Prabowo. (*)
